Terobosan, Pendekatan Matematis Digunakan untuk Lindungi Tanaman Terancam Punah

Ilustrasi - Tanaman palma.(Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 26 Januari 2022 | 12:20 WIB

Sariagri - Aktivitas dan pertumbuhan populasi manusia menyebabkan degradasi lingkungan yang berdampak pada kepunahan spesies tanaman di seluruh dunia. Selain cuaca ekstrem dan spesies invasif kondisi ini juga mendorong kelangkaan spesies tanaman tertentu. Upaya konservasi perlu dilakukan untuk menghindari kepunahan spesies tanaman.

Tim peneliti di University of Texas merancang model matematika untuk menghitung ukuran habitat minimum spesies tanaman yang terancam punah. Hasil penelitgian itu diterbitkan dalam dalam Jurnal Ecological Modelling,

Untuk membantu upaya konservasi, Ketua Tim Penelitian, Chen Charpentier dan rekannya mengembangkan model matematika praktis dalam menemukan area habitat minimum yang diperlukan guna mempertahankan populasi tanaman di lanskap terpisah (terfragmentasi).

"Pemodelan matematis adalah alat penting untuk mendapatkan pandangan tentang banyak aspek keberlanjutan dan pengelolaan ekosistem," ujar Chen dikutip phys.org.

Menurut Chen, ahli matematika dapat melakukan banyak hal untuk membantu ahli ekologi dan biologi dalam memecahkan masalah paling mendesak saat ini yaitu konservasi spesies.

"Sebagian besar penelitian gagal menjawab pertanyaan utama ini dan pemahaman para ilmuwan tentang kapasitas untuk memprediksi efek dan hasil terkait dengan fragmentasi masih sulit dipahami," kata Chen.

Dalam studinya, Chen menggunakan data dari Biological Dynamics of Forest Fragments Project, salah satu eksperimen pengumpulan data terbesar dan terpanjang dalam menganalisis dampak ekologis dari fragmentasi habitat.

Kemudian tim peneliti mengemangkan persamaan diferensial biasa untuk menentukan ukuran minimum habitat yang diperlukan dalam mempertahankan populasi Heliconia acuminata, tanaman herbal Amazon asli dari Amerika Selatan.

Hasilnya, para peneliti menemukan korelasi signifikan antara area fragmen dan tingkat pertumbuhan. Mereka mengkonfirmasi tingkat kematian tanaman herbal itu merespon lebih negatif terhadap ukuran habitat lebih kecil.

Namun, peneliti mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memverifikasi apakah temuan ini dapat diterapkan pada populasi tanaman lain dalam sistem terfragmentasi.Baca Juga: Terobosan, Pendekatan Matematis Digunakan untuk Lindungi Tanaman Terancam Punah
Fakta Philodendron, Tanaman Hias Unik yang Punya Nilai Jual Selangit



"Temuan penelitian ini tidak hanya akan membantu para ilmuwan, tapi juga dapat membantu para arsitek dan perencana kota yang ingin mengurangi gangguan lingkungan," kata Chen.

"Ketika sebuah kota sedang mengembangkan sistem jalan raya, para perencananya mungkin melihat populasi tanaman di daerah itu yang tidak akan mampu bertahan dari pengurangan habitat disebabkan konstruksi. Sekarang, mereka dapat menggunakan pemodelan matematika untuk menghitung ukuran habitat yang optimal dan menyesuaikan rencana mereka untuk mendukung ekosistem lokal," pungkasnya. 

Video:

Video Terkait