Meski Pahit, Ini Manfaat Baik Pare Bagi Kesehatan

Manfaat Tak Terduga dari Pare

Penulis: Triana, Editor: M Kautsar - Rabu, 26 Januari 2022 | 15:50 WIB

Sariagri - Karena memiliki rasa yang pahit membuat sayur pare kurang diminati oleh masyarakat. Selain itu, Pare juga jenis sayuran yang lumayan sulit untuk diolah makanan. Padahal jika kamu pintar dalam mengolah, sayur pare merupakan sajian masakan yang lezat untuk dinikmati.

Apalagi, sayur pare dikenal kaya akan vitamin dan manfaat sayur pare untuk kesehatan sudah banyak dibuktikan orang-orang sejak lama. Sayur pare diketahui banyak mengandung senyawa baik untuk kesehatan tubuh.

Seperti protein, kalsium, magnesium, zat besi, kalium, vitamin C, folat, vitamin E dan vitamin K, asam lemak, serta vitamin A. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini sejumlah manfaat sayur pare yang baik untuk kesehatan.

Pare Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes



Menurut studi pada 40 orang pengidap diabetes, ditemukan bahwa pare membawa efek positif bagi penderita diabetes. Dengan konsumsi setidaknya 2 gram pare setiap hari, gula darah dalam tubuh penderita diabetes akan mengalami penurunan cukup signifikan.

Hal itu dikarenakan manfaat pare dapat menambah kadar insulin (enzim yang bertanggung jawab pada tinggi rendahnya tingkat gula darah) di dalam tubuh. Sejumlah pakar kesehatan juga menyebut bahwa sayuran pare bisa membantu proses penyembuhan penyakit batu ginjal.

Pare Dapat Membangun Kekebalan Tubuh Lebih Kuat

Baca Juga: Meski Pahit, Ini Manfaat Baik Pare Bagi Kesehatan
Viral Menantu Bikin Kesalahan Gara-gara Kupas Pare, Warganet Soroti Reaksi Ibu Mertuanya




Adapun manfaat sayur pare untuk kesehatan selanjutnya yaitu mampu membangun kekebalan tubuh lebih kuat. Untuk mendapatkan khasiatnya cukup mudah, kamu hanya perlu merebus daun pare dan meminum air rebusan itu secara rutin setiap hari. Air rebusan pare itu efektif melawan infeksi bakteri dan jamur, sehingga sistem kekebalan tubuh akan terjaga baik.

Pare Mengatasi Masalah Pernapasan



Menurut sejumlah penelitian, manfaat sayur pare untuk kesehatan bisa membantu mengatasi masalah pernapasan seperti asma, bronkitis, dan demam (rinitis). Hal itu karena pare memiliki sifat antihistamin, anti-inflamasi dan anti virus yang membuat pare menjadi makanan ideal untuk menjaga kesehatan pernapasan.

Jika selama ini kamu tidak suka makan sayuran pare karena rasanya pahit, kali ini Indozone akan berbagi tips mengolah pare agar tidak pahit. Salah satunya dengan merendam pare dengan air garam. Cara ini cukup sederhana, tapi ampuh untuk menghilangkan rasa pahit pada pare.

Sebelum merendam garam, pastikan pare sudah dipotong-potong. Setelah itu, taburkan satu hingga dua sendok makan garam ke dalam air rendaman pare. Diamkan sekitar 10-15 menit, supaya air garam tersebut meresap pada pare. Lalu, cuci bersih pare di bawah air mengalir kemudian tiriskan.

Dengan begitu, sayur pare siap diolah menjadi berbagai sajian makanan dan kamu tentu tidak perlu khawatir lagi dengan rasa pahitnya.

Menjaga Kesehatan Pencernaan

Menurut pakar kesehatan, khasiat pare untuk kesehatan pencernaan yaitu mencegah datangnya masalah kenaikan asam lambung. Itu karena rasa pahit dari sayuran ini akan menstimulasi sekresi lendir hingga membuat kandungan asam di dalam tubuh berkurang.

Mencegah Masalah pada Mata

Kandungan beta karoten, lutein, zeaxanthin, alfa-karoten, vitamin A dalam pare ternyata bermanfaat menyehatkan mata. Dengan ragam kandungan flavonoid itu, masalah pada mata akibat proses oksidasi pun dapat dicegah.

Melawan Sel Kanker

Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa salah satu manfaat sayur pare yaitu membantu melawan sel kanker pada tubuh seseorang. Penelitian lain yang diterbitkan dalam journal Cell Communication and Signaling menyebutkan, ekstrak pare efektif merawat sel-sel kanker mulut pada manusia.

Kandungan di dalam sayur pare mampu menghambat proliferasi sel, memodulasi pensinyalan sel dan menginduksi apoptosis (kematian sel terkontrol). Studi lain menunjukkan bahwa pare memiliki aktivitas pembelahan sel RNA yang menghambat pertumbuhan dan multiplikasi (sitostatik) sel kanker payudara.

Video Terkait