Peneliti Temukan Sisi Lain yang Mengejutkan dari Bencana Nuklir di Chernobyl

Ilustrasi Chernobyl. (Foto Pixabay)

Editor: M Kautsar - Kamis, 27 Januari 2022 | 14:10 WIB

Sariagri - Radiasi nuklir tingkat tinggi memberikan efek berbahaya bagi makhluk hidup dan lingkungan di sekitar. Salah satu bencana radiasi nuklir terbesar di dunia terjadi di Chernobyl, Ukraina pada 1986. Berbagai sumber melaporkan sebanyak 8,5 juta orang terpapar radiasi nuklir dan 500 ribu orang lainnya meninggal akibat radiasi dari kecelakaan reaktor nuklir tersebut.

Namun, baru-baru ini para peneliti di University of Stirling telah menemukan efek lain yang mengejutkan dari bencana nuklir di Chernobyl. Mereka menemukan bahwa hewan di danau yang paling dekat dengan reaktor nuklir Chernobyl memiliki keragaman genetik lebih tinggi.

Dalam risetnya, para peneliti mengumpulkan krustasea menggunakan kayak dan jaring di danau yang jaraknya bervariasi dari pusat reaktor Chernobyl. Kemudian mereka mengisolasi dan menganalisis DNA hewan tersebut.

Peneliti mengungkapkan, hasil dari analisis DNA hewan krustasea air tawar yang disebut Daphnia memiliki keragaman genetik tinggi pada populasi di danau yang terpapar tingkat radiasi nuklir tertinggi pada bencana Chernobyl. Mereka meyakini radiasi nuklir adalah penyebab utama mutasi genetik hewan di danau tersebut.

"Chernobyl adalah eksperimen alami dalam evolusi spesies, karena tingkat mutasi genetik lebih tinggi, dan semua perubahan evolusioner hewan ini didorong oleh mutasi," kata Auld seorang peneliti Stirling dikutip phys.org.



Menurut  Auld, biasanya dibutuhkan waktu lama, menunggu beberapa generasi untuk melihat pengaruh lingkungan terhadap mutasi, dan kebanyakan hewan mutan cukup rusak sehingga tidak berumur panjang.

"Dengan mengurutkan DNA non-coding potongan kode genetik yang sebenarnya tidak mempengaruhi bentuk atau fungsi organisme, kami mampu mengungkapkan mutasi ini," jelasnya.

Melihat keragaman genetik yang tinggi dan bertahan lama pada kasus hewan air di danau Chernobyl, para peneliti meyakini bahwa radiasi nuklir bisa sangat bermanfaat untuk menjaga keragaman genetik populasi alami.Baca Juga: Peneliti Temukan Sisi Lain yang Mengejutkan dari Bencana Nuklir di Chernobyl
Banyak Varietas, Ternyata Ini yang Pengaruhi Warna dan Rasa Tomat



"Di dunia saat ini yang terkena dampak perubahan iklim, manusia perlu benar-benar memahami energi nuklir sebagai pilihan atas efek potensialnya mempertahankan populasi alami," kata Auld.

Tingkat radiasi nuklir yang rendag, kata peneliti, tidak memiliki dampak seburuk yang manusia pikirkan.

Video terkini:

Video Terkait