Berawal dari Iseng, Pria Asal Lombok Ini Sukses Budidaya Sayuran Hidroponik

Budidaya sayuran hidroponik. (Sariagri/ yongki)

Editor: Dera - Kamis, 27 Januari 2022 | 18:25 WIB

Sariagri - Banyak cara dilakukan warga untuk mendulang rupiah di masa pandemi, seperti yang dilakukan oleh Sugianadi, pemuda asal Dusun Keloke, Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, yang sukses meraup untung jutaan rupiah dari hasil budidaya tanaman hidroponik.

Pria tersebut sudah dua tahun belakangan menggeluti tanaman hidroponik dan sekarang ia sudah berhasil menanam segala jenis tanaman hidrophonik seperti pakcoy, selada hingga kangkung.

Meski sudah mampu menghasilkan puluhan ikat sayur sengan cara hidrophonik, namun siapa sangka jika Sugianadi awalnya tak serius menajdi petani hidroponik, melainkan hanya iseng-iseng menanam beragam jenis sayuran untuk kebutuhan konsumsi pribadi.

"Dari awalnya kita dulu pakai botol bekas, cuma sekadar konsumsi pribadi sebenarnya dulu, hanya iseng-iseng," ungkap Sugianadi kepada Sariagri, Kamis (27/1).

Hasil panen hidroponik

Namun menurutnya, saat panen pertama hasilnya banyak dan tidak habis dikonsumsi oleh keluarga, sehingga ia dan istri mencoba memasarakan hasil panennya melalui media sosial.

"Karena kita melihat prospeknya, begitu kita panen dan hasilnya bisa kita jual, kenapa tidak kita berpikir kalau ini bisa kita usahakan siapa tau bisa membantu perekonomian," terangnya.

Berkat konsistensinya membudidayakan hidroponik, sayuran miliknya itu laris manis dibeli konsumen, bahkan dirinya mengaku sempat kewalahan karena tingginya permintaan. Alhasil dalam sebulan, dirinya mampu meraup omzet jutaan rupiah, sehingga mampu meningkatkan perekonomian di masa pandemi saat ini.

Baca Juga: Berawal dari Iseng, Pria Asal Lombok Ini Sukses Budidaya Sayuran Hidroponik
Kisah Ashanu Gony, Petani Milenial Depok yang Geluti Pertanian Hidroponik

"Setelah kita coba kita panen lalu kita pasarkan ternyata bisa laku laris," ujarnya.

Selain bisa menanam sayuran di area yang lebih luas, ia juga berharap agar masyarakat sekitar bisa kreatif memanfaatkan lahan tidak terpakai untuk bercocok tanam.

"Akhirnya saya bikin instalasi lagi yang awalnya dulu hanya empat meter saja tidak seperti sekarang yang sampai delapan meter," pungkasnya, saat bisa melebarkan usaha budidayanya. 

Video Terkait