Mengenal Sorgum, Salah Satu Sumber Karbohidrat yang Kaya Manfaat

Ilustrasi - Tanaman sorgum.(Antara)

Editor: Tanti Malasari - Jumat, 28 Januari 2022 | 13:20 WIB

Sariagri - Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam. Kekayaan sumber pangan tersebut membuat Indonesia menempati posisi kedua tertinggi di dunia setelah Brasil. Hampir semua jenis pilihan makanan pokok dapat ditemui disini. Selain beras dan sagu, ada juga tanaman bernama sorgum, yang termasuk dalam biji-bijian dengan protein tinggi.

Spesifikasi sorgum

Tanaman ini termasuk tanaman serbaguna yang masuk dalam suku graminae. Ia memiliki ciri-ciri batang yang tingginya mencapai 6 meter. Perbungaannya berupa malai, buahnya memiliki bentuk butiran bulat atau hampir bulat seperti jagung, tetapi ukurannya cenderung lebih kecil. Rasanya cenderung netral namun terkadang juga terasa manis.

Habitat

Awalnya tanaman ini berasal dari dataran Afrika, tetapi kini sudah tersebar dan dibudidayakan di banyak negara, salah satunya Indonesia. Sesuai dengan asalnya, mereka tumbuh di daerah kering dan minim unsur hara.

Bahkan, tanaman ini bisa bertahan di tanah dengan kandungan garam tinggi termasuk di pinggir pantai. Di Indonesia tanaman bernama latin Sorghum ini telah lama dikenal oleh petani khususnya di Jawa, NTB dan NTT. Di Jawa tanaman ini dikenal dengan nama cantel, sering ditanam oleh petani sebagai tanaman sela atau tumpang sari dengan tanaman lainnya.



Kandungan nutrisi dan manfaatnya

Tanaman ini disebut-sebut sangat kaya nutrisi yang setara dengan havermut. Di dalamnya terkandung karbohidrat, lemak, kalsium, besi, fosfor, niasin, antioksidan, thiamin, vitamin B1, vitamin B6, juga zat besi, dan mangan.

Bahkan, jumlah protein, vitamin, dan mineralnya bisa dikatakan lebih tinggi daripada beras. Banyaknya kandungan nutrisi yang ada di dalamnya dapat memberikan segudang manfaat untuk kesehatan, beberapa diantaranya adalah :

1. Mengontrol kadar gula darah

Meski menjadi pengganti nasi, sorgum memiliki kandungan protein yang cukup tinggi sehingga bisa memenuhi kebutuhan protein harian. Selain itu, tanaman ini tersusun dari zat-zat dengan struktur kompleks seperti pati, serat, asam fenolat, dan antioksidan. Hal ini membuat cantel sulit terurai saat dicerna sehingga tidak cepat dilepas menjadi glukosa, sehingga aman dimakan oleh penderita diabetes karena mampu mengontrol kadar gula darah agar tetap normal.

2. Mengatasi penyakit celiac

Tidak seperti kebanyakan biji-bijian, tanaman ini tidak mengandung gluten. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi penderita penyakit Celiac, yaitu orang-orang yang punya alergi terhadap gluten. Kamu bisa menggunakan tepung sorgum sebagai pengganti tepung terigu untuk membuat roti, kue, dan makanan lainnya.

3. Menurunkan berat badan berlebih

Serat yang dikandung dalam tanaman ini bisa dibilang sangat tinggi. Ditambah lagi susunan yang lebih kompleks dibandingkan dengan biji-bijian lainnya sehingga membuatnya lebih susah dicerna oleh tubuh. Sifat ini yang menjadikannya menjadi makanan yang baik untuk orang yang sedang menjalani diet atau program menurunkan berat badan.

4. Menjaga kadar kolesterol

Biji-bijian ini mengandung zat lipid yang bernama policosanol. Zat ini berperan dalam menurunkan kadar kolesterol (plasma non-HDL) dalam darah secara signifikan. Oleh karena itu, sorgum berkhasiat dalam menjaga agar kadar kolesterol tidak cepat naik.

5. Mencegah pertumbuhan sel kanker

Manfaat yang satu ini dipengaruhi oleh berbagai komponen antioksidan di dalam tanaman ini, seperti asam fenolat dan tanin. Keduanya ini membantu mencegah pertumbuhan dan menghancurkan sel kanker dalam tubuh manusia, seperti kanker payudara dan kanker usus.

Harga sorgum

Di pasaran sorgum dijual dengan berbagai variasi harga. Untuk yang masih segar, biasanya berkisar antara Rp 2.500 sampai Rp 3.000 per kg. Namun apabila diolah menjadi berbagai macam makanan, ia tentu memiliki nilai jual yang lebih besar.

Video Terkait