Pemda NTB Minta Warganya Jadikan Pekarangan Rumah Sebagai Sumber Pangan Keluarga

Pemerintah Provinsi NTB menggelar acara pelatihan relawan inspirasi. (Foto Sariagri/Yongki)

Editor: M Kautsar - Jumat, 28 Januari 2022 | 22:00 WIB

Sariagri - Memanfaatkan pekarangan rumah merupakan salah satu upaya untuk mendukung ketahanan pangan keluarga sebagai salah satu sumber pangan sehat dan lestari. Oleh karenanya, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong para ibu rumah tangga untuk memanfaatkan pekarangan rumah mereka.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, mengatakan pada intinya, tujuan pembangunan pemerintah adalah bagaimana meningkatkan kapasitas masyarakat. Sehingga menurutnya pembangunan tidak boleh direduksi masanya sebatas angka-angka, dan tidak boleh didekati dengan comodity central approach, seperti pendapatan per kapita, tingkat inflasi dan lain sebagainya.

Terlebih NTB melalui Rumah Zakat NTB telah membangun program desa berdaya melalui pelatihan relawan inspirasi pendamping program pekarangan pangan lestari (P2L).

Dalam program ini Zul, sapaan akrab Gubernur NTB, meminta adanya sentuhan teknologi. Dengan memaksimalkan teknologi sederhana yang ada di setiap rumah yang menjadi sasaran program ini, dia yakin dapat menjadikan rumah lebih indah, udaranya lebih segar dan hasil pangan bisa dimaksimalkan secara ekonomi.

"Mudah-mudahan 80 desa yang sudah bekerjasama dengan rumah zakat ini lebih banyak lagi. Sehingga Program PKK berjalan, Dinas Ketahanan Pangan berjalan sehingga kedepannya desa menjadi lebih baik dan mandiri di masa yang akan datang," pungkas Gubernur.

Diwaktu yang sama Ketua TPKK NTB Niken Saptarini Widyawati Zukiflimansyah, menjelaskan selain menjadi sumber pangan harian, pemanfaatan pekarangan rumah juga dapat menjadi sumber daya ekonomi yang bermanfaat bagi keluarga.

"Dengan program ini, mudah-mudahan bisa meningkatkan pemahaman lebih banyak lagi kepada para ibu-ibu untuk bagaimana cara memanfaatkan dan mengoptimalkan pekarangan rumah masing-masing," harapnya.

Niken, sapaan akrab istri Gubernur NTB ini, saat ini masih banyak pekarangan-pekarangan rumah yang belum bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.

Terhadap upaya ini, Niken juga mengakui bahwa pada praktiknya di lapangan para kader PKK di tingkat desa masih banyak yang belum mengerti bagaimana cara mendapatkan bibit yang berkelanjutan.

"Karena itu, dibutuhkan dukungan intervensi dari pemerintah provinsi atau lembaga lainnya untuk mensukseskan program tersebut," tegasnya.Baca Juga: Pemda NTB Minta Warganya Jadikan Pekarangan Rumah Sebagai Sumber Pangan Keluarga
Bonsai Kelapa, Miniatur Pohon Kelapa yang Punya Nilai Estetika Tinggi



TP. PKK sendiri dalam peranannya kepada masyarakat bekerjasama dengan dinas ketahanan pangan untuk mendapatkan bibit dan menyalurkannya langsung kepada masyarakat.

"Bukannya masyarakat tidak mau melainkan mereka kesulitan untuk mendapatkan bibit cabai misalnya karena keterbatasan pemahaman dan bimbingan dari unsur terkait," ungkapnya.

Video terkini:

Video Terkait