Mantap! Petani Milenial Asal Kuningan Jawa Barat Ini Bangun Agroeduwisata Labu Madu

Didi Kurniasandi, petani milenisal asal Kuningan Jawa Barat (Istimewa)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Dera - Sabtu, 26 Februari 2022 | 14:30 WIB

Sariagri - Didi Kurniasandi (25), petani milenial asal Kuningan, Jawa Barat sukses membangun agroeduwisata Sirungwaluh labu madu. Dalam pengembangan kebun, ia mempraktikan Good Agriculture Practices atau budidaya tanaman untuk mendukung pertanian berkelanjutan.

Sebelumnya, Didi memang sudah akrab dengan dunia pertanian. Dilahirkan dari keluarga petani, Didi sempat mengenyam pendidikan di SMKN 1 Kuningan jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, lalu lanjut di Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor.

Keakrabannya dengan dunia pertanian membuat Didi berkeinginan untuk langsung terjun menjadi petani. Selain itu, alasannya untuk menjadi petani juga melihat kebutuhan Indonesia akan regenerasi petani.

"Jumlah petani muda sekarang hanya sedikit. Menurut data BPS 2018, jumlah petani muda itu hanya sekitar 8 persen. Nah jadi kan dibutuhkan banget regenerasi petani. Ini menjadi semangat saya harus menjadi petani harus dan regenerasi petani," ujarnya kepada Sariagri.

Mengacu pada istilah No Food No Life yang berartikan tak ada pangan maka tak ada kehidupan, Didi mengatakan bahwa sebenarnya potensi pertanian Indonesia itu sangat menjanjikan apabila dijalani dengan serius.

"Memang betul pertanian itu sektor yang sangat dibutuhkan untuk kehidupan sekarang. Karena indonesia juga negara agraris dengan potensi yang sangat baik, tetapi generasi mudanya masih enggan ke pertanian. Masih meilirik pertanian sebelah mata," ucapnya.

Didi Kurniasandi, petani milenisal asal Kuningan Jawa Barat (Istimewa)
Didi Kurniasandi, petani milenisal asal Kuningan Jawa Barat (Istimewa)

Budidaya Labu

Didi memilih komoditas madu labu sebagai bentuk usaha pertaniannya. Ia memilih komoditas ini lantaran bentuknya yang unik serta memiliki ragam manfaat kesehatan.

"Kita juga melihat bentuk si labu madu ini unik seperti angka 8 dan ternyata banyak sekali manfaatnya kesehatan tubuh, seperti vitamin, folat, kalsium yang sangat dibutuhkan untuk tubuh," katanya.

Di luasan lahan sekitar 300 meter persegi, ternyata Didi tak hanya menanam labu madu. Ada juga jenis sayuran yang ditanam secara tumpang sari, yakni kol dan caisim. Tak hanya itu, ia juga menanam tanaman sebagai perangkap hama, seperti marigold atau bunga matahari.

Baca Juga: Mantap! Petani Milenial Asal Kuningan Jawa Barat Ini Bangun Agroeduwisata Labu Madu
Kisah Sarjana Teknik Sipil Jadi Petani Hidroponik, Omzet Sebulan Capai Belasan Juta Rupiah

Fokus Agroeduwisata

Didi menegaskan pengembangan kebun yang dijalaninya tak hanya semata-mata untuk mengejar produksi labu madu, akan tetapi juga mencoba fokus untuk agroeduwisata. Hal ini ia lakukan demi memberikan dampak baik bagi para pengunjung.

"Kita juga tidak hanya mengejar produksi tetapi mencoba fokus ke agroeduwisata. Jadi memanfaatkan lahan bisa maksimal di sektor yang lain, misalkan sosial dan wisatanya. kita pengin di lahan itu kayak Pusat Pembelajaran harapannya kedepanya," pungkasnya.

Video Terkait