Kenali, Cara Panen dan Pasca Panen Bawang Daun yang Tepat

Ilustrasi bawang daun (pixnio)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 27 Februari 2022 | 14:30 WIB

Sariagri - Bawang daun (Allium fistulosum) merupakan salah satu jenis sayuran yang paling sering dijumpai di Indonesia. Sayuran ini kerap digunakan untuk keperluan dapur sebagai bumbu atau penyedap rasa.

Jika dilihat dari proses budidaya, ternyata bawang daun adalah tanaman yang paling sering ditanam di lahan pekarangan oleh masyarakat secara luas karena proses budidayanya tidak terlalu sulit.

Mengutip dari Cybext Pertanian, produktivitas bawang daun yang ditanam di lahan terbuka dapat menghasilkan sekitar 10 sampai 40 ton per hektar. Tentu ini merupakan peluang yang sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin fokus pada budidaya bawang daun.

Namun yang harus diperhatikan agar produksi bisa optimal harus memperhatikan beberapa faktor diantaranya kualitas benih, kondisi geografis, dan yang paling utama adalah teknis budidaya.

Panen Bawang Daun

Bawang daun umumnya bisa dipanen setelah berumur 2,5 bulan setelah tanam, jika dari biji yang diproses mulai dari penyemaian maka umur panen bisa mencapai 5 bulan setelah semai. Adapun ciri-ciri bawang daun yang sudah siap di panen adalah jika jumlah rumpun yang dihasilkan mulai banyak dan biasanya sebagian daun dalam rumpun tersebut sudah mulai menguning.

Pelaksanaan panen sebaiknya dilakukan pada saat pagi hari atau sore hari, tujuannya untuk mempermudah dalam penanganan pasca panen bawng daun. Jika seandainya panen dilakukan pada saat siang hari maka bawang daun yang sudah dipanen tersebut memiliki tingkat kelayuan yang lebih cepat karena dipengaruhi oleh teriknya cahaya matahari dan udara yang cukup panas.

Baca Juga: Kenali, Cara Panen dan Pasca Panen Bawang Daun yang Tepat
Tips Sederhana Mengolah Kulit Bawang Menjadi Pupuk, Pestisida dan ZPT

Pasca Panen Bawang Daun

Penanganan pasca panen untuk bawang daun sebenarnya tidak terlalu sulit, berikut akan dijelaskan langkah-langkahnya:

1. Cabut seluruh rumpun bawang daun beserta akarnya dengan alat panen untuk mempercepat proses awal panen.

2. Simpan bawang daun di tempat teduh sambil menunggu poses pemanenan semua bawang daun.

3. Setelah selesai, bawang daun dicuci sampai bersih dengan menggunakan air mengalir lalu tiriskan.

4. Jika untuk keperluan supermarket maka kamu bisa memotong akarnya sampai batas ujung pangkal akar. Jika untuk keperluan pasar tradisional tidak perlu membuang akarnya.

5. Lakukan sortasi bawang daun dengan kriteria berdasarkan diameter batang dan panjang daun sesuai dengan keinginan.

6. Ikatlah dengan tali rafia pada bawang daun yang sudah di sortir tersebut dengan rata-rata berat setiap ikatan 25 kg.

7. Simpan bawang daun pada lokasi yang telah disediakan sebelumnya dengan kondisi temperatur antara 0.8 derajat Celcius  sampai 14 derajat Celcius. Tujuan pengkondisian tersebut untuk mencegah terjadinya penguapan berlebih hingga menyebabkan kehilangan bobot. Selain itu bawang daun bisa tetap segar ketika di pasarkan.

Video Terkait