Kaldu Jamur, Penguat Rasa Masakan yang Mengusung Pola Hidup Sehat

Ilustrasi kaldu jamur (Foto: Wikimedia)

Editor: Tanti Malasari - Rabu, 2 Maret 2022 | 08:00 WIB

Sariagri - Kaldu jamur adalah salah satu jenis penguat rasa. Di Indonesia penguat rasa sendiri lebih dikenal dengan nama micin. Pasa dasarnya micin atau MSG sudah dikenal dan digunakan masyarakat Indonesia sejak lama, sebagai tambahan pada menu masakan.

Namun beberapa tahun terakhir, tren mengusung gaya hidup sehat, membuat banyak ibu rumah tangga mulai beralih ke bahan penyedap dengan kandungan MSG yang baik untuk kesehatan, salah satunya yang berasal dari jamur.

Definisi Kaldu Jamur

Sesuai dengan namanya, kaldu jamur atau nutritional yeast merupakan hasil ekstrak dari ragi jamur. Lebih lengkapnya lagi, seperti yang dilansir dari laman The Seattle Times, bubuk kaldu ini bukanlah rempah, bumbu, atau kondimen.

Namun kaldu ini merupakan penyedap yang terbuat dari jamur yang dikeringkan lalu dihancurkan menjadi bubuk. Konon, produk ini nantinya digadang-gadang bisa menggantikan MSG jenis yang lama, dengan kualitas lebih gurih dan lebih sehat. Tak heran jika para vegan banyak yang menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan gizi dan juga sebagai penikmat rasa makanan.

Bahan Pembuatan

Kaldu ini bisa dibuat dari berbagai macam jenis jamur, seperti jamur shiitake, porcini, jamur kancing, dan jamur tiram. Di Indonesia sendiri, kaldu yang kebanyakan diolah adalah yang berasal dari jamur tiram.

Khusus untuk jamur shiitake yang telah melewati proses pengeringan, ia bisa menghasilkan tingkat glutamat yang paling tinggi, yaitu bisa mencapai 1.060 miligram dalam 100 gram. Hal ini membuat jamur ini bisa memberikan rasa gurih yang paling kuat.

Meskipun bukan bersumber dari hewani, kaldu ini banyak digemari karena mampu menghasilkan rasa yang tidak kalah gurih dan memiliki rasa seperti daging pada masakan. Hal inilah yang menjadi keunggulan tersendiri dari kaldu dari jamur.

Namun perlu diingat, penggunaan MSG yang terlalu banyak ini seringkali dianggap berdampak negatif terhadap tubuh. Maka dari itu penggunaannya pun harus diperhatikan. Jangan terlalu banyak menggunakan kaldu ini. Cukup sesuaikan dengan takaran tiap masakan.

Kandungan dan Manfaat

Ada banyak kandungan yang dimiliki kaldu dari jamur, diantaranya adalah beragam jenis vitamin, seperti vitamin A, vitamin B, vitamin B1, B2, B3, B6, B12, vitamin C, vitamin D, zinc, selenium, protein, kalium, dan mangan.

Selain itu kaldu sehat ini juga mengandung 9 jenis asam amino esensial, protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Semua nutrisi tersebut sangat bermanfaat untuk kesehatan, diantaranya adalah:

1. Sebagai sumber energi.
2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
3. Meningkatkan kualitas sel-sel otak menjadi lebih baik lagi.
4. Mencegah serta mengeluarkan racun yang ada di jaringan hati.
5. Menangkal pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh
6. Membantu mengurangi kolesterol.
7. Menurunkan tekanan darah.

Cara Memilih Kaldu Jamur

Bagaimana Sobat Agri, setelah mengetahui manfaatnya, apakah kamu tertarik untuk mencoba kaldu ini? Namun sebelum membeli, ada 3 hal penting yang harus kamu perhatikan dalam memilih kaldu. Berikut penjelasannya.

1. Pilih berdasarkan komposisinya

Sesuai dengan namanya, komposisi utama dari kaldu ini adalah berbahan dasar dari jamur. Namun selain itu, kaldu ini juga diberikan bahan lain seperti garam dan gula.

2. Pilih berdasarkan kemasannya

Ada banyak jenis dan ukuran kemasan kaldu yang dijual di pasaran, mulai dari yang ukuran kecil yang dikemas menggunakan sachet hingga kemasan besar dengan botol plastik. Sebaiknya pilihlah kemasan dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan di rumah.

Kelebihan kemasan sachet adalah penggunaannya bisa pas sesuai dengan takaran yang telah dikemas. Namun jika kamu membeli ukuran yang besar, jangan lupa untuk memindahkan kaldu jamur dalam kemasan plastik ke wadah yang tertutup rapat, untuk mencegah kaldu agar tidak menggumpal.

Untuk yang kemasa botol biasanya hadir dengan lubang-lubang kecil. Lubang ini membantu kamu dalam mengontrol jumlah kaldu yang akan digunakan. Tentu saja kemasan ini sangat praktis dan efisien untuk digunakan.

3. Pilih produk yang aman dan terpercaya

Selain kedua hal tadi, tidak lupa juga untuk memperhatikan keamanan dan sertifikasi yang telah dimiliki kaldu tersebut. Pilihlah produk yang audah terpercaya sehingga aman untuk digunakan.

Biasanya suatu produk dikategorikan demikian bila produk tersebut telah memenuhi kualitas berdasarkan standar yang telah ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan.

Baca Juga: Kaldu Jamur, Penguat Rasa Masakan yang Mengusung Pola Hidup Sehat
Penelitian: Konsumsi Jamur Bantu Kurangi Risiko Depresi

Adapun lembaga yang bertugas mengawasi kualitas makanan Indonesia antara lain adalah BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan LPPOM-MUI (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, Kosmetik Majelis Ulama Indonesia).

Ada sejumlah merk, yang umum dijual di pasaran, seperti royco kaldu jamur, totole kaldu jamur, lemonilo, pawon ibun, dan merk-merk lainnya.

Video Terkait