Mengenal Temulawak, Tanaman Asli Indonesia yang Punya Banyak Manfaat

Ilustrasi Kunyit dan Temulawak untuk Bahan Jamu (Pixabay)

Editor: Tanti Malasari - Rabu, 16 Maret 2022 | 17:50 WIB

Sariagri - Temulawak adalah tanaman asli Indonesia yang termasuk dalam kategori jamu-jamuan. Awal mulanya, tanaman dengan nama latin Curcuma xanthorrhiza ini, banyak tumbuh di hutan, terutama di hutan jati bersama jenis temu-temuan lainnya. Ia juga banyak ditemukan di daerah padang alang-alang dan tanah-tanah kering. Namun kini, jamu ini telah banyak dibudidayakan di dataran tinggi berbagai daerah.

Sekilas jika dilihat, bentuk jamu ini sangat mirip dengan kunyit, dengan bentuk silinder dan berukuran kecil sekitar diameter 6 cm. Umumnya, tanaman ini memiliki kulit yang berwarna kuning muda. Sebagai tanaman monokotil, tanaman ini tidak memiliki akar tunggang. Tetapi tanaman ini memiliki akar yang dinamakan akar rimpang. Rimpang temulawak terdiri dari rimpang induk dan anakan. Rimpang induknya berbentuk bulat seperti telur dan berwarna kuning tua, sementara bagian dalamnya berwarna jingga kecokelatan.

Kandungan yang dimiliki temulawak

Dalam jamu ini terkandung banyak senyawa baik seperti kurkuminoid, minyak atsiri, pati, protein, lemak, selulosa, serat, karbohidrat, kurkumin, kalium, natrium, kalsium, magnesium, zat besi, mangan, dan juga mineral.

Pati sendiri merupakan komponen terbesar dalam rimpang, yang mengandung kurkuminoid. Zat inilah yang membuat jamu ini berwarna kuning-kuningan.

Manfaat temulawak untuk kesehatan

Sejak dahulu, tanaman ini telah digunakan masyarakat China sebagai pengobatan tradisional. Pengobatan ini menggunakan berbagai macam jenis ramuan, baik rimpang asli maupun cream temulawak yang bermanfaat sebagai obat anti peradangan serta penyembuh luka.

Sebenanrnya apa saja manfaat dari jamu ini, simak ulasannya berikut.

1. Mengatasi masalah pencernaan

Salah satu manfaat temulawak untuk lambung yang bisa dirasakan adalah mampu mengatasi masalah sistem pencernaan. Cara kerja jamu ini adalah dengan merangsang produksi cairan empedu di kantong empedu. Tentu saja hal ini membantu pencernaan serta metabolisme makanan dalam tubuh.

Tidak hanya itu, menurut para ahli, jamu ini juga bermanfaat untuk mengatasi perut kembung, membantu pencernaan yang tidak lancar, dan meningkatkan nafsu makan.

2. Mengobati osteoarthritis

Sebagai informasi osteoarthritis adalah penyakit sendi degeneratif, di mana sendi-sendi dalam tubuh menjadi terasa sakit dan kaku. Dengan mengonsumsi rimpang ini maka penyakit osteoarthritis bisa teratasi.

Manfaat ini juga telah dibuktikan dalam sebuah jurnal yang diterbitkan dalam Journal of Alternative and Complementary Medicine. Dalam jurnal itu mengatakan bahwa, jamu ini sama seperti efek ibuprofen (obat penghilang rasa sakit) yang diberikan pada pasien osteoarthritis.

3. Mencegah risiko penyakit kanker

Menurut beberapa ahli, khasiat temulawak juga dapat dirasakan dalam pengobatan ataupun pencegahan penyakit kanker, seperti kanker prostat, kanker payudara, dan kanker usus. Alasan ini diungkapkan oleh University of Maryland Medical Center, yang menjelaskan bahwa bahan-bahan herbal ini mengandung senyawa antioksidan.

4. Obat antiradang

Jamu ini bersifat antiradang, sehingga bisa menghambat produksi prostaglandin E2 yang memicu peradangan. Oleh karena itu, tanaman ini adalah obat herbal yang bisa membantu mengatasi penyakit akibat peradangan di dalam tubuh seperti radang sendi.

Baca Juga: Mengenal Temulawak, Tanaman Asli Indonesia yang Punya Banyak Manfaat
BPOM Akan Optimalkan Pengembangan Obat Bahan Alam Indonesia

5. Antibakteri dan antijamur

Selain antiradang, tanaman ini juga mengandung senyawa lain seperti antibakteri dan antijamur. Kandungan antibakteri ini sangat berperan dalam membasmi bakteri jenis Staphylococcus dan Salmonella. Sementara senyawa antijamur, terbukti mampu menghilangkan jamur dari golongan dermatofita.

6. Menjaga kesehatan liver

Dilansir dari Scientific Researh Journal, ekstrak dari rimpang ini diyakini memiliki manfaat yang dapat melindungi hati dari hepatotoksin, seperti karbon tetraklorida dan acetaminophen. Hepatotoksin adalah bahan kimia yang menyebabkan efek buruk pada hati.

Video Terkait