Tetap Produktif saat Pandemi, Pria Ini Pilih Kembangkan Hidroponik

Ilustrasi Hidroponik (Foto: Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 5 April 2022 | 19:15 WIB

Sariagri - Bambang Laksono (24), petani milenial asal Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah sudah mulai mengenal hidroponik sejak 2019. Hingga akhirnya di 2020, ia mulai merintis pertanian hidroponik bekerja sama dengan petani milenial lainnya.

"Berawal dari pandemi yang membuat semua orang bekerja dari rumah, sehingga kita harus produktif meskipun dirumah saja sedangkan saat itu saya baru saja lulus SMA dan belum mempunyai pekerjaan," ujar Bambang kepada Sariagri.

Bambang mengatakan dirinya menjadi petani hidroponik berawal dari sang ayah yang merupakan petani konvensional. "Melihat hal tersebut saya rasa petani perlu belajar hal baru untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal dengan bantuan alat-alat modern yang ada sekarang," ucapnya.

Meski sudah ada latar belakang pertanian dari sang ayah, Bambang tetap belajar hidroponik dengan mengikuti pelatihan hidroponik dasar secara online di 2019. Namun, di ahir 2020 baru merintis untuk memulai serius di bidang pertanian khususnya hidroponik bekerja sama dengan salah satu petani hidroponik muda lainnya. Hinggga akhirnya mereka merintis usaha hidroponik bersama yang diberi nama Ataponik.

Baca Juga: Tetap Produktif saat Pandemi, Pria Ini Pilih Kembangkan Hidroponik
Petani Milenial Raup Omzet Rp70 Juta Sekali Panen Cabai, Ini Kisahnya

"Ataponik berkapasitas 5.000 lubang tanam dengan luas kurang lebih 8x40 meter. Sayuran yang ditanam kami hanya fokus pada sayuran selada," katanya.

Hasil panen sayurannya dijual ke pedagang keliling, seperti pedagang kebab, burger maupun ayam geprek. Untuk omset, ia mengaku di tahun pertama bisa mendapat lebih dari Rp5 juta per bulannya.

Video Terkait