Hidroponik Sederhana untuk Pemula, Bisa Dilakukan dengan 4 Langkah Berikut

Tanaman Hidroponik. (Foto: Wikimedia Commons)

Editor: Putri - Jumat, 15 April 2022 | 13:00 WIB

Sariagri - Hidroponik adalah kegiatan cocok tanam yang menjadikan air sebagai medium utama untuk menggantikan tanah. Salah satu metode hidroponik sederhana dan cocok untuk pemula adalah hidroponik sistem wick.

Sistem wick atau sistem sumbu adalah sistem yang memberikan tanaman nutrisi melewati akar tanaman yang disalurkan dengan media bantuan berupa sumbu.

Hidroponik sederhana ini memiliki berbagai manfaat yaitu hemat tenaga kerja, hemat air dan pupuk, pertumbuhan serta kualitas panen dapat diatur, dan masa tanam lebih singkat. Oleh sebab itu hidroponik sederhana ini bisa dicoba di rumah dan untuk pemula.

Pada prinsipnya, sistem hidroponik sederhana ini hanya membutuhkan sumbu yang dapat menghubungkan antara larutan nutrisi pada penampung dan media tanam.

Sistem hidroponik sederhana yang satu ini memiliki sistem yang pasif, artinya tidak ada bagian yang bergerak. Larutan nutrisi ditarik ke media tanam dari bak atau tangki penampung melalui sumbu.

Nantinya, air dan nutrisi akan mencapai akar tanaman dengan memanfaatkan daya kapilaritas pada sumbu.

Mengutip berbagai sumber, berikut cara menanam hidroponik sederhana yang mudah dan bisa untuk pemula.

1. Persiapan Bahan

Sebelum mulai membuat media tanam hidroponik, ada baiknya menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan terlebih dahulu.Siapkan wadah tempat nutrisi, bisa dari styrofoam, ember, bak, terpal, dan lain sebagainya. Ukuran dari wadah disesuaikan dengan kebutuhan.

Selain untuk nutrisi, siapkan wadah untuk tanaman seperti net pot, botol bekas plastik, gelas bekas mineral, gelas plastik kopi, wadah bekas es krim, dan lain-lain.

Kemudian siapkan sumbu yang akan digunakan. Bisa berupa sumbu kompor, kain nilon ataupun kain flanel. Untuk media tanam, bisa menggunakan serbuk kelapa, sekam bakar, arang, kerikil, serbuk kayu, spons ataupun rockwool, pilih salah satu.

Larutan nutrisi bisa didapat dengan membeli langsung ke toko keperluan tanaman atau di toko daring.

2. Pembuatan Media Tanam

Jika menggunakan wadah bekas air mineral, lubangi bagian samping dan bawahnya. Gunakan paku yang dipanasi atau benda lainnya, yang dapat digunakan untuk membuat lubang pada botol.

Lubang tersebut nantinya digunakan sebagai tempat akar tanaman. Pasanglah sumbu pada bagian bawah wadah, pastikan sumbu menyentuh air nutrisi hidroponik.

Isi bagian bawah botol dengan media tanam yang sudah dipilih sebelumnya. Kemudian, isikan air sesuai dengan kadar pH dan PPM tanaman yang akan ditanam secara hidroponik.

Untuk nurisi, jaga suhu larutan nutrisi antara 24-27 derajat Celsius. Ganti air 1 minggu sekali untuk antisipasi jentik nyamuk.

Gunakan bak larutan nutrisi yang tidak tembus cahaya matahari. Mengapa tidak boleh tembus sinar matahari supaya pertumbuhan lumut tidak banyak.

3. Pemilihan Benih

Tentukan jenis tanaman yang ingin ditanam. Pilih tanaman yang kebutuhan air masih bisa terpenuhi oleh daya kapilaritas sumbu pada sistem.

Disarankan agar memilih tanaman sayur mayur satu musim. Maksudnya tanaman ini dapat dipanen sekali dengan cara dicabut, misalnya kangkung, sawi, selada, dan lainnya.

Penanaman sayur mayur sekali panen dapat memberikan keuntungan ekonomis karena periode penanaman dan pemanenan yang lebih terencana dan maksimal.

4. Panen

Mengutip cybex.pertanian.go.id, masa panen tergantung jenis tanaman yang ditanam. Namun, secara umum kebanyakan tanaman sayuran berumur pendek dapat dipanen 30-45 hari setelah semai.

Baca Juga: Hidroponik Sederhana untuk Pemula, Bisa Dilakukan dengan 4 Langkah Berikut
Apa yang Dimaksud dengan Hidroponik? Berikut Penjelasan dan Keunggulannya

Saat sayuran siap panen maka segera lakukan pemanenan dengan cara memotong atau mencabut tanaman dari media tanam merupakan keuntungan hidroponik.

Lakukan dengan hati-hati agar tidak merusak sayuran. Setelah dipanen, simpan hasil panen di tempat yang teduh agar tetap segar.

Video Terkait