Pengertian Hidroponik dan Berbagai Teknik Penanamannya

Pertanian hidroponik di Hydroponic Bogor Farm (Istimewa)

Editor: Putri - Selasa, 19 April 2022 | 12:30 WIB

Sariagri - Pengertian hidroponik adalah teknik menanam yang tidak menggunakan media tanah, melainkan menggunakan air atau tenaga kerja air. Kata hidroponik berasal dari bahasa Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponous berarti kerja.

Sementara pengertian hidroponik menurut para ahli antara lain;

  • Sutiyoso (2006), pengertian hidroponik adalah sistem penanam terapung yang hanya tersedia untuk berbagai tanaman sayuran yang memiliki bobot batang, akar, dan daun lebih ringan.
  • Lingga (2005), pengertian hidroponik adalah sistem pertanian terpadu yang berkelanjutan dengan memiliki berbagai dampak postif bagi tanaman dengan proses perawatan yang lebih praktis diterapkan dalam masyarakat perkotaan.
  • Menurut Rosliani dan Sumarni (2005), hidroponik adalah sistem penanaman tanaman tanpa menggunakan media tanam tanah dan menggunakan larutan nutrisi yang mengandung garam organik untuk menumbuhkan perakaran yang ideal.

Dilihat dari pengertian hidroponik, terdapat keunggulan cara tanam dengan sistem hidroponik adalah tentunya lebih mudah. Tanaman tidak membutuhkan tanah atau pupuk, sehingga berkebun akan lebih bersih dan mudah.

Masih dilihat dari pengertian hidroponik, keunggulannya adalah kamu tidak perlu repot-repot mengganti tanah, memberi pupuk, menyirami, dan mengecek kondisi akar. Tentunya kamu dapat menghemat tenaga untuk menanam tanaman.

Adapun metode hidroponik ini berfungsi dari media pengganti tanahnya ialah untuk menyangga tanaman saja dan yang terpenting yaitu air berfungsi untuk dapat melarutkan nutrisi yang akan diserap oleh arti akar tanaman. Dengan metode hidroponik maka petani bisa menghemat tempat maupun waktu.

Setelah mengetahui apa pengertian hidroponik, kini terdapat berbagai contohnya. Dilansir dari cybext.pertanian.go.id, terdapat beberapa macam sistem hidroponik yang perlu diketahui, yakni sistem sumbu (wick system), irigasi (drip system), DFT, NFT, rakit apung, dan aeroponik.

Mengutip berbagai sumber, berikut penjelasan berbagai macam jenis hidroponik:

1. Sistem Wick

Jadi, apa itu hidroponik sistem wick? Sistem wick atau sistem sumbu adalah sistem yang memberikan tanaman nutrisi melewati akar tanaman yang disalurkan dengan media bantuan berupa sumbu.
Sumbu yang digunakan antara lain kerikil, arang sekam, rockwool, sabut kelapa, dan media penopang lainnya kecuali tanah.

Cara ini disebut sebagai yang paling cocok untuk pemula karena pembuatannya yang mudah. Kamu hanya membutuhkan botol plastik air mineral bekas, kemudian diisi dengan cairan nutrisi.

Nutrisi yang diserap oleh sumbu akar mengalirkannya menuju ke akar tanaman. Tanaman yang cocok dengan sistem ini adalah tanaman-tanaman kecil.

2. Aeroponik

Apa pengertian hidroponik dan aeroponik? Hidroponik aeroponik adalah cara bercocok tanam dengan menyemprotkan nutrisi ke akar tanaman. Nutrisi yang disemprotkan mempunyai bentuk seperti kabut.

Cara menanam ini tidak memerlukan wadah untuk menggenangkan larutan. Kamu hanya harus menggantungkan akar tanaman di udara. Hal ini bertujuan untuk mentransfer kabut yang kaya nutrisi menuju akar tanaman.

Sayangnya, ketersediaan alat untuk menanam sistem aeroponik ini belum banyak. Diperlukan alat penyembur berupa sprinkler untuk menyirami akar.

3. Rakit Apung

Sistem ini biasanya digunakan untuk kepentingan komersial dengan skala besar. Sistem hidroponik rakit apung merupakan pengembangan dari sistem hidroponik yang digunakan untuk kepentingan komersial dengan skala besar atau rumah tangga.

Caranya, bibit tanaman yang siap tanam ditaruh di atas gabus atau styrofoam yang sudah dibolongi dan diletakkan di atas larutan nutrisi. Keuntungan dari rakit apung ini dapat bekerja secara mandiri tanpa ketergantungan terhadap alat seperti pompa atau timer.

4. NFT

NFT adalah singkatan dari nutrient film technique. Dengan teknik ini, secara terus menerus mengalirkan nutrisi yang terlarut dalam air tanpa menggunakan timer untuk pompa.

Aliran air nutrisi yang dialirkan dangkal, sehingga tidak menggenangi akar sepenuhnya. Sebagian akar yang terendam akan memperoleh nutrisi dan akan mengalirkannya ke seluruh tanaman.

5. Irigasi

Ketika menggunakan sistem irigasi, kegiatan pemupukan akan dikurangi Hal tersebut dikarenakan pupuk hanya diberikan saat proses penyiraman.

Sistem irigasi juga meningkatkan unsur hara karena pemberian pupuk hanya sedikit, tetapi kontinu. Nutrisi diteteskan terus menerus pada media tanam menggunakan selang atau pipa.

Larutan nutrisi ini akan ditampung di dalam wadah air dan dihubungkan dengan selang yang telah terhubung dengan media tanaman. Saat air dipompa, akan menghasilkan tetesan dalam media tanaman. Tanaman pun tidak akan tergenang air dan tidak kekeringan.

Baca Juga: Pengertian Hidroponik dan Berbagai Teknik Penanamannya
6 Keunggulan Sistem Hidroponik Selain Bercocok Tanam Tanpa Tanah

6. Deep Flow Technique (DFT)

DFT adalah sistem dengan cara tanaman dikelilingi oleh larutan nutrisi setinggi sekitar 4 cm. Teknik ini disebut lebih aman karena akar masih disuplai jika terjadi kegagalan pompa.

Namun, sistem ini tidak sering diterapkan karena lebih panjang atau lebih besar, sehingga pasokan oksigen ke tanaman bervariasi. Pertumbuhan tanaman pun tidak merata.

Video Terkait