Tidak Sesulit yang Dibayangkan, Begini Budidaya Bawang Merah Organik

Ilustrasi Bawang Merah (Pixabay)

Penulis: Triana, Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 22 April 2022 | 18:55 WIB

Sariagri - Saat ini masyarakat sudah semakin sadar akan pola hidup sehat. Terlebih akan permintaan sayuran organik yang semakin meningkat. Hal itu tentu membuat pembudidaya mencari cara untuk memenuhinya. Salah satunya, tanaman bawang merah organik.

Untuk melakukan budidayakan bawang merah organik yang sesuai dengan permintaan pasar sebenarnya cukup mudah.

Kamu hanya cukup mempersiapkan lahan untuk tempat budidaya bawang merah sendiri. Lalu kamu bisa menggemburkan tanah dengan cara dicangkul terlebih dahulu.

Pada tanah kering, bedengan dibuat dengan ketinggian 20-30 cm. Pada tanah sawah, bedengan dibuat dengan tinggi 50-60 cm, lebar 90-120 cm, dan panjang 10-15 m.

Jarak antar bedengan sekitar 40 cm. Pada lahan miring, bedengan dibuat tegak lurus dengan kemiringan lahan. Tujuannya untuk mengurangi erosi.

Baca Juga: Tidak Sesulit yang Dibayangkan, Begini Budidaya Bawang Merah Organik
Manfaat Kulit Bawang Putih dan Merah, Jangan Dibuang Ya!

Sebaiknya, penanaman bawang merah organik dilakukan pada akhir musim hujan. Untuk memudahkan penanaman, tanah disiram terlebih dahulu.

Jarak tanam yang digunakan yaitu 15-20 cm. Bibit bawang merah yang akan ditanam sebaiknya disimpan minimal 6 minggu setelah panen. Bibit yang digunakan harus sehat, bebas hama dan penyakit.

Sebelum ditanam, ujung umbi dipotong sekitar 1/5 panjang umbi untuk mempercepat pertumbuhan.

Tanam umbi di lubang tanam. Tanah di bagian kiri dan kanan umbi ditekan supaya umbi dapat berdiri kukuh.

Video Terkait