Budi Daya Tanaman Jahe Bisa Dilakukan dengan 7 Langkah Berikut

Ilustrasi jahe sebagai bahan pengawet alami (Freepik)

Editor: Putri - Senin, 25 April 2022 | 17:10 WIB

Sariagri - Jahe adalah rempah-rempah yang terbukti secara ilmiah memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Jahe memiliki kandungan yang disebut gingerol, serta menyimpan berbagai nutrisi yang baik bagi tubuh seperti vitamin, mineral hingga protein dan karbohidrat.

Tanaman jahe kunyit serta lengkuas berkembang biak menggunakan sistem rhizoma atau berkembangbiak secara vegetatif alami. Perkembangbiakan vegetatif adalah cara berkembang biak tumbuhan yang terjadi tanpa melalui perkawinan.

Karena berbagai kandungannya itu, menanam jahe adalah bukan tidak mungkin. Kita akan merasakan manfaat tanaman jahe setiap waktu.

Apalagi jahe tergolong ke dalam tanaman apotek hidup yang paling umum. Begitu panen, jahe bisa dimanfaatkan sebagai bahan obatan-obatan alami bahkan bahan masakan. Namun penting untuk mengetahui cara menanam jahe dengan benar.

Jika ditanya, jelaskan 7 tahapan budidaya tanaman jahe dalam pot atau polybag, berikut penjelasannya.

1. Pemilihan Bibit

Pertama, memilih jahe yang bisa digunakan menjadi bibit tanaman. Pastikan bibit jahe yang dipilih berkualitas. Ciri-ciri bibit jahe berkualitas adalah yang memiliki ukuran rimpang besar, masih segar dan tidak keriput, utuh dan tidak terdapat bekas hama dan parasit, dan warna rimpang masih cerah.

2. Pemilihan Varietas Jahe

Terdapat tiga jenis varietas jahe yaitu jahe putih besar jahe gajah, jahe putih kecil (jahe emprit) dan jahe merah (jahe sunti). Ketiga varietas jahe tersebut dapat dijadikan bahan masakan.

Namun, dari ketiga varietas jahe tersebut yang paling sering dijadikan bahan obat-obatan adalah jahe merah dan jahe putih kecil.

3. Memilih Media Tanam

Pilihlah pot berkapasitas minimal 40 liter atau lebih besar. Isi wadah dengan tanah yang dicampur pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.

Jika menanamnya langsung di tanah halaman rumah tanpa menggunakan pot, bisa menggunakan 10 kilogram pupuk kandang yang kemudian ditaburkan ke lahan seluas 10 meter.

Sebelum digunakan, tanah campuran pupuk kandang harus didiamkan selama satu minggu. Tujuannya agar proses fermentasi alami terjadi dan tanah lebih siap dijadikan media tanam.

4. Penyemaian Bibit

Sebelum ditanam, sebaiknya rimpang dikecambahkan terlebih dahulu. Caranya dengan menjemur rimpang jahe selama beberapa menit, namun jangan sampai kering.

Simpan pada suhu ruangan selama 1 sampai 1,5 bulan.
Patahkan rimpang dengan tangan, pastikan setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas. Kemudian rendam atau basahi rimpang lalu letakkan di tempat lembab dalam wadah tertutup agar benih berkecambah dengan baik.

Bibit akan mulai berkecambah dalam 2 minggu dan siap disemai. Setelah berkecambah, lakukan penyemaian dengan cara membenamkan bibit-bibit jahe tadi secara vertikal ke dalam kotak kayu yang diisi dengan abu gosok dan sekam.

Diamkan bibit hingga tumbuh 3-5 daun sejati. Biarkan bibit tersebut hingga 1 ½ -2 bulan di ruangan tertutup yang terlindung dari sinar matahari langsung.

5. Proses Penanaman Benih

Langkah menanam tanaman jahe selanjutnya adalah adalah proses penanaman. Pertama buat lubang kecil dengan ukuran kedalaman 3-7,5 cm. Kemudian masukkan bibit rimpang jahe dengan posisi ditidurkan dan mata tunas dihadapkan ke atas.

Tutupi bibit dengan tanah dengan ketebalan kurang lebih 5 cm dan padatkan. Bagian tunas jangan sampai tertutup. Siram dengan air secukupnya.

6. Perawatan Tanaman Jahe

Agar tanaman jahe terawat dengan baik, siram tanaman 1-2 kali sehari pada sore hari. Bila cuaca panas, siram dua kali sehari.

Setelah dua hingga tiga minggu penanaman, lakukan penggantian bibit tanaman jika ada tunas yang mati atau mengalami pertumbuhan yang tidak normal.

Untuk penambahan pupuk, lakukan setelah satu bulan penanaman. Setelahnya, pemupukkan dapat dilakukan setiap dua bulan sekali. Lakukan penyiangan dengan cara membersihkan gulma dan rumput liar setiap 2-3 minggu sekali.

Jika terdapat hama dan atau penyakit, segera bersihkan dengan menyemprotkan fungisida organik agar tanaman jahe tetep sehat.

Ketika sudah ada jahe yang terlihat menyembul keluar tanah, lakukan penambahan media tanam setebal 10 cm. Begitu seterusnya sampai tiba masa panen

7. Panen Jahe

Jahe dapat dipanen setelah berusia minimal 8 bulan hingga 10. Namun jahe yang dipanen saat masih berusia 4 bulan untuk diolah menjadi minuman atau makanan tertentu.

Baca Juga: Budi Daya Tanaman Jahe Bisa Dilakukan dengan 7 Langkah Berikut
6 Manfaat Susu Jahe untuk Kesehatan, Redakan Flu hingga Sehatkan Pencernaan

Saat panen, kamu harus berhati-hati saat melakukan pencabutan. Lakukan pencabutan jahe dengan umbinya dan potong bagian batangnya.

Jika sudah, bersihkan jahe dari sisa tanah, kemudian pisahkan jahe berkualitas bagus dan tidak bagus. Letakkan jahe pada tempat atau wadah bersih agar kesegerannya tetap terjaga.

Video Terkait