Hati-hati, Sayuran Organik Juga Rentan Terkontaminasi Berbagai Bakteri

Ilustrasi sayuran organik. (Pixabay)

Editor: Dera - Selasa, 26 April 2022 | 17:20 WIB

Sariagri - Semakin meningkatnya gaya hidup sehat, maka semakin meningkat pula permintaan akan buah dan sayur organik. Banyak orang memilih sayuran organik lantaran khawatir makanan yang mereka konsumsi terkontaminasi pestisida, pupuk kimia dan herbisida.

Namun tahukah Sobat Agri, selama pertumbuhan, panen, transportasi dan pemrosesan serta penanganan lebih lanjut, produk segar organik juga dapat terkontaminasi patogen dari sumber manusia atau hewan, melalui kontak dengan tanah, air irigasi, udara, hujan, serangga, dan selama pencucian produk industri.

Sebuah tim peneliti dari Spanyol menemukan bahwa produk-produk organik juga terkontaminasi oleh berbagai bakteri. Studi mereka menunjukkan bahwa amuba yang hidup pada sayuran berdaun organik dapat melindungi patogen manusia seperti Pseudomonas, Salmonella, dan Helicobacter, demikian dilansir dari foodsafetynews.com.

Para peneliti mengumpulkan 17 sampel selada dan bayam dari supermarket di Valencia antara November 2020 dan Mei 2021. Mereka menggunakan teknik metagenomik untuk mengidentifikasi DNA di semua bakteri yang ada di dalam amuba hidup bebas (free-living amoebae/FLA)).

Hasil penelitian menunjukkan, sepertiga sampel mengandung 52 jenis bakteri penyebab penyakit termasuk Legionella, Salmonella dan Arcobacter. Kehadiran bakteri ini di dalam FLA bisa menjadi media penularan patogen yang mampu mencapai manusia.

"Kontaminasi dapat timbul sebagai akibat dari pengolahan tanah dengan pupuk organik seperti pupuk kandang dan lumpur limbah dan dari air irigasi. Sayuran hijau sangat rentan terhadap kontaminasi tinja karena kedekatannya dengan tanah dan kemungkinan manusia memakannya tanpa dimasak," kata Yolanda Moreno dari Universitat Politècnica de València di Spanyol.

Moreno menekankan perlunya mengedukasi masyarakat tentang penanganan sayuran organik segar yang aman dan sehat sebelum memakannya dalam keadaan segar atau sedikit dimasak.

Baca Juga: Hati-hati, Sayuran Organik Juga Rentan Terkontaminasi Berbagai Bakteri
Hotel di Bogor Produksi Sayur di Rooftop dengan Metode Hidroponik



Willem van Schaik, dari University of Birmingham, mengatakan ketika sayuran ditanam di tanah, hampir tidak dapat dihindari bahwa organisme dari tanah, atau air yang digunakan untuk irigasi, hadir di sayuran berdaun hijau, dan ini termasuk amuba yang dibahas dalam studi ini. 

Menurutnya, organisme tersebut sangat tersebar luas di lingkungan, namun apakah langsung menyebabkan penyakit pada manusia, hal itu masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

Kendati demikian, ia setuju dengan pendapat para peneliti yang menyarankan agar semua sayuran berdaun hijau harus dicuci sebelum dikonsumsi untuk mengurangi risiko infeksi bawaan makanan.

Video Terkait