Kenali Hama Tanaman Talas, Hingga Cara Mengendalikannya

Ilustrasi tanaman talas (Pixabay)

Editor: Tanti Malasari - Senin, 2 Mei 2022 | 19:00 WIB

Sariagri - Talas adalah tanaman pangan, yang termasuk dalam suku talas-talasan (Araceae). Tanaman ini memiliki bentuk yang tegak, dengan tinggi 1 meter atau lebih.

Dalam pertumbuhannya, ia sering kali terkena berbagai jenis hama yang mengganggu. Berikut jenis-jenis hama tanaman talas dan cara untuk mengendalikannya.

Jenis-jenis hama pada tanaman talas

1. Serangga aphis gossypii (Hemiptera: Aphididae)

Serangga ini tersebar di seluruh dunia kecuali di daerah dingin seperti di Siberia dan Kanada. Jenis serangga ini baik nimfa maupun dewasa yang bersayap dan tidak bersayap akan mengisap cairan daun. Jika sudah begini maka daun menjadi agak keriting.

Selain itu Aphis juga mengeluarkan cairan madu, yang dapat menarik semut sehingga mengganggu tanaman talas. Selain talas hama ini juga menyerang melon, timun, labu-labuan serta kapas.

Untuk mengendalikannya kamu bisa menggunakan insektisida berbahan carbaryl, diazinon dimetoat dan malation cukup efektif untuk mengendalikan hama tersebut.

2. Ulat heppotion calerino (Lepidoptera: Sphingidae)

Ulat ini tersebar di negara-negara tropika dan sub tropika, Australia dan Pasifik. Mereka memiliki ukuran yang besar dan terbilang sangat rakus, sehingga ia dapat memakan seluruh helai daun. Bahkan pada populasi tinggi, mereka juga dapat makan pelepah daun talas. Hal ini bisa mengakibatkan tanaman talas menjadi gundul. Selain talas ulat juga merusak tanaman kacang hijau, ubi jalar dan gulam.

Cara pengendaliannya yaitu dengan mengambil dan memusnahkan ulat tersebut. Selain itu, kamu juga harus memberi insektisida pada media tanam. Sebab kepompongnya sering berada di dalam tanah.

3. Serangga agrius convolvuli (kupu-kupu: Sphingidae)

Jenis serangga yang satu ini tersebar di Afrika, Australia, Bangladesh, Burma, Cina Selatan, Eropa Selatan, India, Indonesia, Malaysia, Selandia Baru, kepulauan-kepulauan di pasifik dan Papua Nugini (Anonymous, 1986). Ulat dari serangga ini memakan tangkai daun sehingga tanaman menjadi gundul.

Untuk mengendalikan kepompong yang ada di dalam tanah, maka diperlukan proses pembajakan tanah setelah panen. Selain itu pengambilan ulat dan memusnahkannya merupakan cara pengendalian yang efektif untuk areal yang masih kecil. Usaha pengendalian dengan insektisida yang efektif hendaknya dilakukan pada saat ulat masih kecil dengan carbaryl 0,2 % (Anonymous, 1986).

Baca Juga: Kenali Hama Tanaman Talas, Hingga Cara Mengendalikannya
Buah Tomat Ternyata Dapat Mengirim Peringatan Pada Tanaman Saat Diserang Hama Ulat

4. Ulat spodoptera litura (kupu-kupu: Noctuidae)

Lalu yang terakhir adalah ulat spodoptera litura. Hewan jenis ini yang masih kecil akan menyerang tanaman talas sehingga kehilangan lapisan epidermisnya sehingga menjadi transparan, dan akhirnya kering. Sementara yang lebih besar akan tersebar dan masing-masing makan daun. Defoliasi yang di sebabkan ulat yang besar mirip dengan kerusakan yang disebabkan oleh Agriusconvolvuli.

Untuk pengendaliannya lebih efektif jika dilakukan pada saat ulat masih kecil. Apabila kerusakan telah mencapai 50 % gunakan insektisida carbaryl dan dichorvos. Selain itu monokrotofos, kuinalfos dan endosulfan juga efektif untuk mengendalikan S. litura.

Video Terkait