Produksi Turun 80 Persen karena Cuaca, Harga Durian di Malaysia Meroket

Buah Durian. (Pixabay/karolranis)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 9 Mei 2022 | 15:10 WIB

Sariagri - Harga durian di Malaysia dipastikan mengalami kenaikan sekitar 20 hingga 30 persen di musim mendatang akibat penurunan produksi durian. Cuaca yang tidak menentu menyebabkan hasil panen durian di anjlok 70 persen - 80 persen.

Konsultan durian Lim Chin Kee mengatakan di tengah meningkatnya permintaan, kenaikan harga durian tidak terhindarkan.

"Harga diperkirakan akan lebih tinggi dari biasanya, terutama karena cuaca," ujarnya kepada CNA.

Lim, pemilik perkebunan di Raub, Pahang mengatakan pohon durian membutuhkan minimal 14 hari cuaca kering untuk proses pemekaran bunga. Dengan hujan yang turun terus-menerus, akan ada pertumbuhan vegetatif tetapi tidak ada bunga di pohon.

“Daun baru akan menyebabkan gugurnya bunga. Hujan terlalu deras,” kata Lim.

Dia menambahkan produksi buah-buahan telah berkurang 70 persen dibanding tahun lalu.

Menurut dia, permintaan durian dari Cina cukup tinggi. Cina menjadi tujuan utama ekspor durian Malaysia diikuti Singapura dan Hong Kong.

Lim mengatakan, penyebab lain naiknya harga durian adalah kenaikan tajam dalam biaya pupuk dan banjir bandang baru-baru ini. Petani durian, lanjut dia, menjual Musang King ke tengkulak dengan harga RM60 (13,70 dolar AS) hingga RM70 per kilogram naik dibanding tahun lalu sekitar RM45 per kilogram.

Untuk varietas Black Thorn harganya sekitar RM80 per kilogram tahun ini, naik dari RM70 per kilogram tahun lalu. Menurut Departemen Statistik Malaysia, konsumsi durian per kapita Malaysia adalah 11,1 kg pada 2020.

Presiden Asosiasi Petani Buah Pahang Melissa Yap mengatakan pola cuaca saat ini tidak hanya mempengaruhi pertanaman durian, tetapi juga petani buah lainnya.

“Ini mempengaruhi semua orang, tetapi itu sesuatu yang tidak dapat kami kendalikan,” katanya sambil menambahkan ada laporan tentang pengaruh serangga pada pohon durian.

Panen tertunda

Petugas Departemen Pertanian, Mohd Ali Hanafiah mengatakan panen lebih kecil diharapkan dalam beberapa bulan mendatang karena cuaca tidak menentu.

“Kalau cuaca Mei bagus, November bisa panen. Untuk saat ini, sulit untuk memperkirakan. Cuaca menjadi tantangan bagi petani,” katanya, seraya menambahkan bahwa dibutuhkan sekitar 150 hari dari pembungaan hingga pematangan buah. Raub, sebuah kota di Pahang, adalah salah satu daerah utama produksi durian di Malaysia.

Presiden Asosiasi Eksportir Durian Malaysia Sam Tan mengatakan kepada CNA bahwa musim durian khas sekitar Juni dan Juli akan tertunda karena cuaca. Dia memperkirakan terjadi penurunan produksi hampir 80 persen pada musim ini.

“Biasanya Januari mulai panas, tapi tahun ini selalu hujan. Musim akan ditunda hingga Oktober dan harga diperkirakan akan turun saat itu. Masih ada durian di bulan Juni, tapi sedikit dibanding biasanya,” katanya.

Baca Juga: Produksi Turun 80 Persen karena Cuaca, Harga Durian di Malaysia Meroket
Cina Buka Kembali Pos Pemeriksaan Impor Buahan dari Negara Ini



Dia mengatakan harga akan menjadi sekitar 30 persen lebih tinggi dari biasanya dengan harga varietas IOI sekitar RM 30 per kilogram, dibandingkan dengan sekitar RM22 tahun lalu.

Tan memperkirakan biaya durian akan turun dalam beberapa tahun, karena banyak orang mulai menanam durian dalam beberapa tahun terakhir.

“Akan ada pasokan besar di tahun-tahun mendatang karena pohon yang baru ditanam akan bisa menghasilkan buah,” pungkasnya.

Video Terkait