Cangkok Pohon Kelengkeng dengan 6 Langkah Berikut

Ilustrasi Pohon Kelengkeng. (Foto: Wikimedia Commons)

Editor: Putri - Rabu, 11 Mei 2022 | 15:30 WIB

Sariagri - Terdapat dua cara penanaman pohon kelengkeng. Pertama, perkembangbiakan generatif pada pohon kelengkeng adalah dengan menanam biji. Kedua, secara vegetatif dengan cangkok.

Perbanyakan pohon kelengkeng dengan cara cangkok mempunyai kelebihan. Kelebihannya tersebut adalah sifat yang diturunkan sama dengan induknya, tanaman lebih cepat berbuah, tingkat keberhasilan budidayanya tinggi, ukuran pohon dapat diatur sehingga tidak terlalu tinggi dan masih banyak lagi.

Cara pemangkasan pohon kelengkeng agar cepat berbuah adalah dengan melakukannya dengan rutin. Pemangkasan daun dan ranting secara rutin membuat pohon lebih produktif. Nutrisi yang diserap oleh akar pun sepenuhnya mengalir ke bagian buah sehingga dapat berbuah dengan lebat.

Berikut cara mencangkok pohon kelengkeng, mengutip berbagai sumber.

1. Menyiapkan Bahan yang Dibutuhkan

Sebelum melakukan pencangkokan, ada baiknya menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan adalah tanah. Tanah yang diperlukan adalah tanah humus yang subur dan gembur.

Selain itu siapkan juga pupuk, baik pupuk kompos atau pupuk kandang fermentasi. Jangan lupa sekam untuk meningkatkan daya resap air sehingga media tidak cepat kering

Kamu juga bisa menyiapkan cocofiber untuk menambah daya resap air agar media tidak cepat kering. Dalam proses pencangkokan, tidak dilakukan penyiraman jika tidak turun hujan dalam waktu yang lama.

Siapkan juga plastik bening transparan untuk membungkus media, agar pertumbuhan akar dapat terlihat. Untuk tali pengikat, bisa menggunakan tali rafia atau lainnya

2. Mencampurkan Tanah dengan Pupuk

Campurkan tanah, pupuk, sekam, cocopeat hingga merata. Pencampuran dilakukan dengan penyiraman, namun jangan terlalu basah.

Setelah tercampur merata dan jika digenggam tanah tidak berhamburan, berarti media sudah siap digunakan.

3. Pilih Batang yang Baik

Pemilihan batang adalah hal penting karena nantinya untuk menentukan kualitas bibit hasil cangkok setelah ditanam.

Untuk memilih batang cangkok yang baik, pilih tanaman induk yang produktif, berumur lebih dari dua tahun, dan terbebas dari serangan hama dan penyakit.

4. Mengeratkan Batang

Kerat secara melingkar batang yang dipilih. Pengeratan dilakukan menggunakan pisau tajam yang tidak berkarat dengan dua keratan berjarak sekitar 6-7 cm.

Kupas kulitnyya dari batang pohon dan hilangkan kambiumnya hingga benar-benar bersih. Tunggu hingga kering sebelum benar-benar dicangkok.

5. Pasang Media Cangkok

Selanjutnya pasang media pada batang cangkokan. Ada dua 2 cara untuk memasang media cangkok. Pertama, media dibungkus dengan plastik terlebih dahulu, kemudian dibelah, baru diikatkan pada batang yang dicangkok.

Sementara cara kedua, mengikat bagian bawah plastik terlebih dahulu tepat dibawah cangkokan menggunakan tali rafia, ambil media untuk cangkok yang telah disiapkan, kepalkan dan bungkuskan melingkar pada batang yang dicangkok. Tutup dengan plastik dan ikat bagian atasnya.

Agar tidak terlalu basah ketika hujan datang, buat lubang-lubang pada plastik penutup media. Cangkokan mulai menumbuhkan akar biasanya ketika satu bulan.

Saat pencangkokan pohon kelengkeng sudah menginjak usia 2,5-3 bulan atau saat akar yang tumbuh terlihat bagus dan berwarna coklat, saatnya untuk melepas cangkokan dan menanamnya di lahan.

6. Tanam di Tempat yang Terpapar Sinar Matahari

Menurut situs resmi Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Buleleng, pohon kelengkeng akan lebat jika ditanam di lahan yang terkena sinar matahari penuh. Untuk mencukupi kebutuhan haranya jangan lupa untuk menambahkan pupuk dasar pada lahan sebelum penanaman bibit.

Baca Juga: Cangkok Pohon Kelengkeng dengan 6 Langkah Berikut
Mengenal Kelengkeng Merah dan Berbagai Keunggulannya

7. Pengairan dan Pemupukan Sesuai Kebutuhan

Proses penyiraman pohon dilakukan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore apalagi ketika musim kemarau. Namun, ketika musim hujan tidak perlu melakukan penyiraman, cukup pastikan bahwa tanah tidak tergenang air.

Untuk pemupukan, lakukan pemberian pupuk dasar di awal-awal masa penanaman. Setelah tanaman cukup besar, maka bisa diberikan pupuk susulan.

Video Terkait