Benarkah Konsumsi Kedelai Mengakibatkan Parkinson? Ini Faktanya

Ilustrasi - Komiditas kedelai. (Pixabay)

Penulis: Triana, Editor: Dera - Jumat, 13 Mei 2022 | 10:00 WIB

Sariagri - Belum lama ini, diawal bulan April kemarin beredar sebuah postingan di akun Facebook yang membagikan informasi, jika mengonsumsi kedelai secara berlebihan dapat menyebabkan parkinson pada seseorang.

Meski akun Facebook dengan nama Natthapha Apaipakdee membagikan kirimannya dengan bahasa Thailand, namun jika diterjemahkan sebagai berikut:

"Provinsi mana yang banyak vegetarian. Makan banyak produk kedelai dan Pasien Parkinson di provinsi itu akan tinggi"

Alhasil dengan beredarnya postingan tersebut membuat publik menjadi bertanya-tanya. Apakah benar demikian?

Melansir AFP, konsumsi kedelai yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit Parkinson adalah menyesatkan.

Kanitha Tananuwong, profesor di Departemen Teknologi Pangan Universitas Chulalongkorn mengatakan sampai saat ini tidak ada bukti yang membenarkan jika mengonsumsi kedelai memiliki efek negatif pada otak.

"Ada banyak penelitian yang bertentangan tentang manfaat kesehatan dari makan kedelai, namun kami tidak dapat secara pasti mengatakan bahwa makan kedelai akan berdampak negatif pada otak. Orang tua bisa terus memakannya seperti biasa. Secara umum, tidak ada yang perlu ditakutkan tentang makan kedelai." katanya kepada AFP.

Ia juga menambahkan bahwa untuk memaksimalkan manfaat kesehatan dari makanan apapun, orang harus memvariasikan jenis makanan yang mereka makan.

"Ada banyak penelitian yang bertentangan tentang manfaat kesehatan dari makan kedelai. Namun, kami tidak dapat secara pasti mengatakan kalau makan kedelai akan berdampak negatif pada otak." katanya.

"Orang tua bisa terus memakannya seperti biasa. Secara umum, tidak ada yang perlu ditakutkan tentang makan kedelai," tambahnya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Thailand (FDA) juga membahas klaim menyesatkan serupa tentang peningkatan risiko kerusakan otak saat mengonsumsi makanan berbahan dasar kedelai.

FDA mencap klaim itu "salah" dan mengatakan "makan kedelai sebenarnya baik untuk tubuh.

Adapun judul postingan di Thailand berbunyi: "Apakah makan tahu kedelai merusak otak?"

Artikel itu sebagian berbunyi: "Penyakit Parkinson menyebabkan kemunduran otak dan sistem saraf. Ada orang yang berbagi bahwa makan tahu kedelai menyebabkan penyakit Parkinson. Ini salah!

Baca Juga: Benarkah Konsumsi Kedelai Mengakibatkan Parkinson? Ini Faktanya
Bisa Atasi Insomnia, Ini Manfaat Kedelai yang Jarang Diketahui

"Padahal, mengonsumsi tahu kedelai bermanfaat bagi kesehatan karena kedelai tinggi protein. Namun, kamu  harus makan dalam jumlah yang sesuai karena dapat meningkatkan kadar hormon wanita."

Artinya, informasi yang menyebut konsumsi kedelai bisa menyebabkan parkinson adalah hoaks. Faktanya, makanan yang terbuat dari kacang kedelai sangat bermanfaat untuk tubuh karena mengandung banyak protein.

Video Terkait