Kuma-Kuma, Rempah Mahal yang Kaya Akan Khasiat

Ilustrasi Kuma-kuma (Pixabay)

Penulis: Triana, Editor: Dera - Selasa, 17 Mei 2022 | 20:10 WIB

Sariagri - Kuma-kuma atau yang lebih dikenal dengan nama saffron kini telah menjadi tren gaya hidup sehat. Hal itu karena banyak tren gaya hidup yang beralih terhadap penggunaan bahan-bahan alami. Ya, termasuk penggunaan rempah-rempah yang diolah agar mendapat hasil dan manfaatnya.

Kuma-kuma adalah nama rempah yang berasal dari bunga crocus sativus, yang pada mulanya tumbuh dari daerah Yunani. Namun, kamu juga dapat dengan mudah menemui bunga ini dibeberapa wilayah yang ada di Iran.

Selain itu, rempah-rempah ini memiliki nama yang berbeda di lain tempat, seperti kuma’ dalam bahasa melayu dan Za’faran dalam bahasa arab.

Salah satu ciri fisik dari kuma-kuma ini adalah ukurannya yang kecil, pada bunganya memiliki 3 kepala putik dengan aroma harum yang khas. Aroma ini berasal dari kandungan senyawa safranal dari golongan minyak atsiri.

Rasa dari kuma-kuma cenderung pahit. Meski begitu, rempah ini sering digunakan sebagai campuran bumbu dapur yang digunakan dalam masakan timur tengah.

Dalam pembudidayaannya kuma-kuma terbilang cukup sulit dan tidak boleh sembarangan. Umumnya, bunga kuma-kuma hanya mekar pada bulan September hingga Desember akhir.

Maka dari itu, tidak heran jika saffron sendiri memiliki harga yang cukup tinggi dipasaran. Bahkan dinobatkan menjadi salah satu rempah rempah termahal di dunia.

Hal ini tentu lantaran perlu proses yang panjang untuk memanennya, kuma-kuma menjadi rempah dengan harga termahal. Bagaimana tidak, kamu bayangkan saja, untuk satu kilogram kuma-kuma kamu harus merogoh kocek hingga mencapai USD 1.000 atau sekitar Rp14 juta hingga USD 5.000 atau sekitar Rp70 juta.

Dikutip Business Insider, para pembudidaya kuma-kuma harus mempekerjakan petani yang cukup banyak orang untuk memanen 1,8 kg saffron per hektarnya.

Demi mendapatkan 0,5 kg kuma-kuma membutuhkan 170 ribu bunga Crocus sativus dan untuk mengambil kuma-kuma dari bunga tersebut dilakukan dengan pinset.

Di Indonesia, rempah ini belum banyak dibudidayakan. Kuma-kuma justru tumbuh subur di India. Untuk menghasilkan warna dalam minuman atau makanan, rempah ini efektif digunakan.

Khasiat Kuma-kuma

Melansir Healthline, ilmu kedokteran modern sudah mengungkap berbagai khasiat kuma-kuma. Misalnya seperti antikarsinogenik atau pencegah kanker, imunomodulasi atau memperbaiki sistem imun, dan antioksidan.

Tak hanya itu, berdasarkan penelitian lebih lanjut, kuma-kuma mengandung anti tussive alami yang bisa menyembuhkan batuk. Ekstrak kuma-kuma secara signifikan mengurangi batuk yang disebabkan oleh asam sitrat.

Baca Juga: Kuma-Kuma, Rempah Mahal yang Kaya Akan Khasiat
Andaliman, Merica Khas Batak yang Punya Khasiat Menakjubkan

Maka itu kuma-kuma diklaim ampuh sebagai anti-tussive alami untuk menyembuhkan batuk pada anak dan dewasa serta adanya kandungan safranal dalam saffron yang bekerja untuk melindungi sel otak.

Senyawa tersebut mampu melawan partikel oxidative-stress dan menghambat neuro-degeneration. Safranal juga dapat meningkatkan daya ingat serta kemampuan belajar pada anak.

Video Terkait