Menyulap Limbah Nanas Jadi Kemasan Makanan agar Lebih Tahan Lama

Ilustrasi Nanas Pasir Kelud 1. (Sariagri/Istimewa)

Editor: Dera - Rabu, 18 Mei 2022 | 14:40 WIB

Sariagri - Para peneliti dari Universitas Alicante, Spanyol berhasil mengembangkan plastik kemasan dari limbah nanas baik dari inti buah maupun kulitnya. Selain menghasilkan kemasan yang ramah lingkungan, limbah nanas ini juga menghasilkan kemasan yang bisa meningkatkan umur simpan makanan segar serta memberikan aroma buah yang segar.

Para peneliti bekerja sejak akhir 2021, dalam sebuah proyek yang berpusat pada pengembangan bioaroma alami untuk meningkatkan umur simpan makanan segar dan mengurangi limbah makanan. Proyek tersebut saat ini dalam tahap validasi dengan mempelajari dampak dari bahan yang digunakan untuk mengontrol bau makanan segar dalam kemasan, seperti daging merah.

Di sisi lain, penelitian ini juga mempelajari penggabungan senyawa aktif penambah aroma, yang juga berasal dari limbah nanas, dan bertujuan untuk meningkatkan pengalaman indera konsumen melalui indera penciuman, demikian dilansir oleh packagingeurope.com. Melalui penelitian ini, limbah nanas yang biasanya dibuang bisa diolah menjadi lembaran-lembaran plastik film yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan industri kemasan makanan.

Baca Juga: Menyulap Limbah Nanas Jadi Kemasan Makanan agar Lebih Tahan Lama
Daun Nanas Bisa untuk Awetkan Buah dan Sayuran



Ana Beltrán, salah seorang pemimpin penelitian menyebutkan, limbah nanas ini bisa menjadi sumber senyawa antioksidan yang baik, dan sangat berguna dalam pencegahan kerusakan oksidatif makanan berlemak. Selain itu, limbah nanas juga bisa menjadi sumber aroma buah yang berguna untuk dimasukkan ke dalam produk kemasan makanan yang aktif.

Temuan penelitian ini seolah memberikan kehidupan kedua bagi limbah nanas, karena bisa digunakan kembali hingga lebih dari 50% dari total berat masing-masing bagian limbah.

Menurut mereka, limbah makanan global diperkirakan mencapai 1,3 miliar ton per tahun. Fakta ini memunculkan beberapa masalah bagi manusia yang semakin meningkat dan mengkhawatirkan, karena limbah makanan mewakili 8% emisi gas rumah kaca, 20% konsumsi air tawar dan 30% penggunaan lahan pertanian global.

Video Terkait