Kiat Sukses Budidaya Bengkuang, Mulai Dari Memilih Bibit Hingga Panen

Ilustrasi bengkuang. (Freepik)

Editor: M Kautsar - Kamis, 19 Mei 2022 | 15:00 WIB

Sariagri - Bengkoang (Pachyrhizus erosus) atau dalam bahasa Inggris disebut jicama adalah salah satu tanaman suku polong-polongan (fabaceae) yang dipanen umbinya. Umbi bengkoang memiliki kandungan air yang tinggi dibandingkan jenis umbi lainnya dan memiliki rasa manis. Perbanyakan tanaman bengkoang bisa dilakukan melalui biji (benih) dan bibit umbi.

Berikut, tips budidaya bengkoang mulai dari pemilihan benih hingga panen dikutip dari berbagai sumber.

Memilih benih/bibit bengkoang

Benih bengkoang didapat dari tanaman bengkoang tua yang sudah menghasilkan polong. Gunakan biji bengkoang dari polong yang sudah mengering, ciri-cirinya kulit polong sudah berwarna hitam kecoklatan.

Selain melalui benih, perbanyakan bengkoang bisa menggunakan umbi bengkoang yang sudah tua dan berukuran besar. Ciri-ciri umbi layak dijadikan bibit adalah tekstur kulit lebih kasar dan kering. Pastikan umbi yang digunakan berasal dari tanaman yang sehat.

Menyemai benih bengkoang

Benih bengkoang perlu disemai terlebih dahulu sebelum dipindah tanam. Masukan biji bengkoang ke dalam lubang penyemaian. Lakukan penyiraman secara rutin hingga biji bengkuang bertunas dengan ketinggian sekitar 5 sentimeter dan siap dipindah tanam. Sementara untuk umbi bengkoang bisa langsung ditanam tanpa penyemaian terlebih dahulu.

Menanam bengkoang

Lakukan pengolahan tanah hingga gembur. Bedengan dibuat dengan lebar 1 meter, tinggi 25 sentimeter. Jarak tanam bengkoang yaitu 25 x 25 sentimeter dengan kedalaman lubang tanam sekitar 7 sentimeter.

Masukkan bibit bengkuang ke dalam lubang tanam dan tutup lubang tanam dengan tanah yang sudah dicampur pupuk. Setelah itu, padatkan sedikit tanah agar bibit berdiri kokoh.

Pastikan sebelumnya lahan sudah diberikan pupuk kandang atau kompos untuk menjaga kelembaban dan kesuburan tanah. Selain itu, berikan kapur pertanian dolomit untuk menjaga pH tanah tidak terlalu asam.

Merawat tanaman bengkoang

Meski bengkoang dapat bertahan di tanah yang kering, penyiraman perlu dilakukan secara rutin untuk menjaga kelembaban tanah.

Lakukan pemupukan lanjutan berupa pupuk kandang atau kompos secara rutin setiap dua pekan sekali hingga tanaman bengkoang berusia tiga pekan. Pupuk kimia berupa kalium dan fosfor bisa ditambahkan untuk menunjang pertumbuhan umbi bengkoang.

Baca Juga: Kiat Sukses Budidaya Bengkuang, Mulai Dari Memilih Bibit Hingga Panen
Tidak Usah Keluar Uang , Cukup Manfaatkan Daun Tomat Bisa Lawan Kanker



Tanaman bengkoang juga perlu dipangkas, terutama bagian pucuk atau daun muda saat tanaman berumur 1, 2 dan 3 bulan. Pemangkasan bertujuan untuk menghasilkan umbi lebih besar.

Memanen bengkoang


Bengkoang bisa dipanen saat tanaman berumur empat bulan setelah tanam. Cara memanen bengkoang yaitu dengan mencabut secara perlahan batang tanaman agar umbi bengkoang tidak rusak atau tertinggi di dalam tanah. Selain itu, panen juga bisa dilakukan dengan menggali tanah seperti halnya saat panen umbi-umbian lainnya.

Video Terkait