Kebun Vertikal Stroberi Terbesar, Luasnya Setara 100 Lapangan Sepakbola

Perkebunan stroberi yang dibuat secara vertikal oleh Oishi. (Oishi)

Editor: M Kautsar - Jumat, 20 Mei 2022 | 15:10 WIB

Teknologi memungkinkan munculnya inovasi di bidang pertanian. Salah satunya bermunculannya model pertanian vertikal.

Baru-baru ini, di Jersey City, Amerika Serikat, baru saja dibuka kebun vertikal khusus stroberi seluas 6.875 meter persegi. Luas ini setara 100-an lapangan sepakbola standar FIFA.

Kebun vertikal stroberi ini diklaim sebagai yang terluas di dunia.

Dilaporkan Time Out, kebun ini berawal dari perkenalan penduduk New York pada omakase berry pada 2018. Omakase adalah istilah dalam bahasa Jepang mengenai cara pemesanan menu makanan. Artinya, kamu menyerahkan kepada si koki untuk menu yang akan disantap.

Omakase berry ini diperkenalkan koki restoran berbintang Michelin. 

Maju cepat beberapa tahun dan Oishii, perusahaan di balik produk yang diakui, baru saja mengumumkan pembukaan perkebunan stroberi vertikal terbesar dan paling berteknologi maju di dunia.

Dengan luas 6.875 meter persegi, Oishii memanfaatkan pabrik bekas Anheuser-Busch yang telah direnovasi di Jersey City. Sistem baru yang diterapkan di tempat yang sekarang menjadi andalan perusahaan ini menggunakan 60 persen lebih sedikit energi dan 40 persen lebih sedikit air daripada teknologi generasi pertama yang sampai sekarang digunakan untuk memproduksi stroberi.

Teknologi yang dibangun pun benar-benar bebas pestisida. Pengunjung yang diundang bahkan tidak perlu mencuci stroberi sebelum memakannya. Stroberi diproduksi menggunakan metode penyerbukan yang dilakukan secara alami dengan lebah. Bagian terbaiknya, stroberi tersebut matang sepanjang tahun.

Tak perlu dikatakan, harga produk sesuai dengan intensitas metode produksinya. Nampan berisi 11 buah beri sedang atau delapan buah besar akan dikenakan biaya 20 dolar AS, setara Rp292 ribu. Enam buah stroberi sedang, di sisi lain, akan membuat Anda kembali 11 dolar AS, Rp161 ribu, sementara satu peti berisi tiga buah sedang berharga 6 dolar AS, setara Rp90 ribu.

Sayangnya, perkebunan ini sebenarnya tidak terbuka untuk umum.

Video Terkait