Arti Bunga Edelweis dan Berbagai Fakta Menariknya

Bunga Edelweis melambangkan cinta dan pengabdian. (Pixabay)

Editor: Putri - Jumat, 20 Mei 2022 | 19:35 WIB

Sariagri - Arti bunga edelweis putih adalah cinta dan pengabdian yang mendalam. Hal tersebut dikarenakan bunga edelweis tumbuh secara alami dan hanya beberapa orang yang bisa memperolehnya.

Mengutip berbagai sumber, edelweis tumbuh di ketinggian 1.500 hingga 3.000 meter. Bunga ini juga merupakan bagian dari keluarga daisy dan bunga matahari dengan sifat tidak beracun.

Selain itu, dalam bahasa Jerman arti bunga edelweis adalah putih dan mulia. Bunga ini biasanya tumbuh pada Juli, Agustus, dan September.

Selain itu, arti bunga edelweis untuk pacar atau pernikahan adalah ikatan cinta. Tidak hanya cinta pasangan, arti bunga edelweis juga mewakili cinta yang dimiliki seorang ibu untuk putrinya.

Karena arti bunga edelweis ungu atau pun putih yang mendalam, bunga ini cocok diberikan pada kesempatan atau momen tidak terlupakan kepada orang yang spesial. Arti bunga edelweis juga kualitas terhormat seperti bangsawan dan gairah.

Bunga ini juga bisa menjadi obat, sehingga membuatnya menjadi bunga yang luar biasa untuk mengobati berbagai penyakit.

Mengandung hormon etilen, kelopak bunga edelweis tidak mudah rontok. Selain itu, bunga ini bisa mekar dan bertahan sampai 10 tahun. Oleh karena itu, arti bunga edelweis juga bisa abadi atau bunga abadi.

Di mana bunga edelweis berada?

Bunga edelweis tumbuh di pegunungan seperti Gunung Semeru di Indonesia dan Pegunungan Alpen di Eropa.

Menurut berbagai laporan, jenis Edelweis di luar negeri dan Indonesia memiliki tampilan berbeda. Bunga edelweis ditemukan di ketinggian 1.700 sampai 2.700 meter di atas permukaan laut.

Bunga ini tumbuh di pegunungan Jerman, Spanyol, Perancis, Italia, Swiss, Bulgaria, Polandia, Slovakia, Rumania, dan Austria.

Dit Indonesia, bunga edelweis ditemukan 200 tahun lalu. Bunga tersebut ditemukan pertama kali oleh naturalis Jerman bernama Georg Carl Reinwardt.

Georg menemukan bunga tersebut pertama kali pada 1819. Hal tersebut menunjukkan bahwa edelweis sudah ada di Indonesia lebih dari 200 tahun. Ia menemukannya ketika berada di lereng Gunung Gede, Jawa Barat.

Mekar pada April hingga September

Perlu diketahui bahwa edelweis mekar sekitar April hingga September. Waktunya saat mekar biasanya setelah musim hujan dengan bantuan sinar matahari.

Sebagai bunga yang tumbuh di pegunungan, edelweis juga memiliki cara bertahan hidup yang kuat. Edelweis diketahui bahkan dapat bertahan di tanah tandus sekalipun.

Edelweis dapat membentuk mikoriza yang dapat memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara.

Selain cantik untuk dipandang, bunga ini juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Berbagai pengobatan tradisional telah lama menggunakan bunga edelweis.

Tidak hanya bunganya, daun serta batang edelweis ini diolah untuk obat herbal berbagai penyakit. Tanaman ini biasanya digunakan untuk pengobatan terkait sakit perut, reaksi alergi, dan penyakit gangguan saraf seperti Alzheirmer.

Tanaman Langka

Bunga edelweis dianggap sebagai salah satu tanaman endemik paling populer dan ditemukan di Indonesia. Namun spesies bunga ini terancam punah.

Sebagai upaya pelestariannya, terdapat pemberian simbol bunga edelweis pada perangko Kantor Pos Indonesia. Kantor Pos Indonesia mencetak gambar bunga edelwais pada perangko pada 2003.

Selain itu, pemetikan bunga edelweis juga dilarang. Terdapat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 pasal 33 ayat (1) dan (2) tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya masih mengatur larangan memetik Edelweis.

Baca Juga: Arti Bunga Edelweis dan Berbagai Fakta Menariknya
Bunga Edelweis, Tanaman yang Memiliki Arti dan Lambang Sejati

Sayangnya walaupun sudah berpayungkan hukum, masih ada oknum yang tetap memetik bunga tersebut. Pada 2017, terdapat lima pendaki yang memetik bunga Edelweis di Gunung Rinjani.

Pada 2018, sekelompok pendaki di Gunung Ciremai, Jawa Barat, membawa turun bunga Edelweis. Masih di tahun yang sama, di Gunung Merbabu seorang pendaki kepergok memfoto segenggam bunga Edelweis.

Video Terkait