Sumber Pendapatan Utama, Petani Thailand Diminta Tanam Lebih Banyak Durian

Buah durian. (Unsplash/Mufid Majnun)

Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 22 Mei 2022 | 22:00 WIB

Menteri Pertanian dan Koperasi Thailand, Chalermchai Sri-on, mendorong petani untuk meningkatkan budidaya durian guna memenuhi permintaan pasar dunia yang terus meningkat. Negara tujuan utama ekspor buah durian Thailand adalah Cina mencapai 40 persen.

Kementerian Pertanian menggalakkan durian secara utuh, mulai dari produksi hingga pemasaran. Yang perlu dilakukan para petani adalah memastikan kualitas produk mereka dan menjadikan durian Thailand paling lezat di dunia, ujar Chalermchai dalam diskusi panel tentang “Buah Thailand untuk Dunia” seperti dikutip Nation Thailand.

Dia menyebut pasar ekspor buah-buahan Thailand bernilai sekitar 200-400 miliar baht (sekitar Rp85-170 triliun), dengan durian sebagai penyumbang pendapatan utama.

Chalermchai menekankan kepada petani untuk menjaga kualitas durian mereka. Dia menjamin tidak akan ada masalah kelebihan pasokan.

Ekspor durian ke Cina melambat karena kebijakan ketat nol-COVID yang menolak barang ekspor terkontaminasi virus corona. Karena itu, Pemerintah Thailand menekankan langkah keamanan selama proses produksi untuk mencegah kontaminasi.

Direktur Jenderal Departemen Pertanian Thailand, Rapeepat Chansriwong, mengatakan Thailand mengekspor durian senilai 100 miliar baht (sekitar Rp32,5 triliun) pada tahun lalu.

Menurut dia, produksi “raja buah” tahun ini diperkirakan mencapai 1,2 juta ton dari sekitar 900.000 rai (144.000 hektare) perkebunan durian di seluruh negeri.

Baca Juga: Sumber Pendapatan Utama, Petani Thailand Diminta Tanam Lebih Banyak Durian
Serangan Phytophthora Palmivora Mengancam Kebun Durian

Durian memiliki potensi untuk mendatangkan banyak pendapatan,” katanya.

Sementara itu, Penasihat Menteri Pertanian dan Koperasi Thailand, Alongkorn Ponlaboot, menjelaskan bahwa ekspor buah Thailand tahun lalu bernilai 180-250 miliar baht (sekitar Rp76,7-106 triliun ) sebagai buah segar dan 70 miliar baht (sekitar Rp29,8 triliun) sebagai buah beku atau olahan.

Ekspor durian bernilai 109 miliar baht (sekitar Rp46,4 triliun), mencetak sejarah 100 miliar baht untuk pertama kalinya. Nilai itu melebihi nilai ekspor beras tahunan, yang tidak pernah mencapai level itu selama tiga dekade terakhir,” terangnya.

 

Sariagri - 

 

Video Terkait