Mengenal Makna Bunga Edelweiss, yang Dikenal Sebagai Lambang Cinta Abadi

Ilustrasi bunga edelweiss (Wikimedia Commons)

Editor: Tanti Malasari - Selasa, 24 Mei 2022 | 17:40 WIB

Sariagri - Bunga Edelweiss juga dikenal dengan nama bunga salju. Awal mulanya bunga ini berasal dari Pegunungan Alpen di Swiss dan beberapa tempat di Asia yang memiliki udara dingin. Selain bentuknya yang cantik, makna bunga edelweiss kerap diidentikkan dengan lambang keabadian dan cinta yang mendalam.

Sebenarnya apa alasan pemaknaan tersebut? Berikut ulasannya.

Makna bunga edelweiss

Berdasarkan warnanya, arti makna bunga edelweis adalah mulia dan putih. Meskipun bukan bunga yang tumbuh di taman, tetapi bunga ini memiliki bentuk yang sangat indah, unik dan layak diberikan kepada orang yang dicintai.

Selain itu bunga ini tidak gampang mati atau layu.dan bisa bertahan mekar mencapai 10 tahun lamanya. Hal ini dikarenakan bunga ini mengandung hormon etilen untuk mencegah kerontokan pada kelopak bunga.

Tak heran jika makna bunga edelweiss ini dijadikan sebagai lambang cinta yang abadi.

Menurut cerita dari sejarahnya, bunga ini juga menggambarkan kisah cinta sejati seseorang. Konon pada zaman dahulu kala, ada seorang pria yang mendaki pegunungan Alpen untuk memanen bunga Edelweis.

Pegunungan Alpen memiliki tekstur yang terjal bebatuan dan sulit didaki, karena dikenal sebagai tempat terpencil.

Pria tersebut ingin memetik bunga edelweis sebagai bukti cinta nyata atas perjuangan, pengorbanan kepada gadis yang dicintainya.

Spesifikasi bunga edelweiss

Setelah membahas makna bunga edelweiss, kita masuk pada ulasan spesifikasinya. Bunga edelweis memiliki kelopak berwarna putih.

Dalam pertumbuhannya bunga ini tidak lebih dari 12 inci tingginya. Tanaman ini memiliki sistem perakaran yang kuat.

Daun bunga Edelweiss berbulu dan dapat terlihat dari bermil-mil jauhnya, karena cenderung berwarna putih tajam.

Biasanya bunga ini tumbuh pada bulan April hingga September. Bagian bunga yang sudah mekar akan didatangi ratusan serangga untuk penyerbukan, seperti kupu-kupu, lebah, tabuhan dan lainnya.

Sebagai informasi, bunga edelweiss membutuhkan tumbuhan lain untuk hidup. Ia hidup dengan erat pada tumbuhan lain yakni mikoriza atau jamur hidup.

Melansir Science Direct, mikoriza merupakan jamur yang hidup di tanah vulkanik. Jenis jamur ini dapat membantu akar bunga edelweiss mempertahankan hidup dan menyebar sangat luas di permukaan tanah yang tandus seperti lereng gunung.

Sebagai hasil dari hubungan saling menguntungkan ini, edelweiss bisa mendapatkan nutrisi dan air yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidupnya.

Habitat bunga edelweiss

Bunga yang punya nama ilmiah Leontopodium alpinum ini, berkaitan dengan bunga daisy. Pasalnya bunga ini merupakan bagian dari keluarga tanaman Asteraceae.

Tanaman Leontopodium alpinum membutuhkan suhu dingin dan angin kencang agar dapat tumbuh sehat.

Bunga edelweis memiliki habitat di ketinggian 1.700 sampai 2.700 meter di atas permukaan laut. Selain itu bunga ini tumbuh subur di daerah tandus dan tanah vulkanik pegunungan, seperti di pegunungan Jerman, Spanyol, Perancis, Italia, Swiss, Bulgaria, Polandia, Slovakia, Rumania, dan Austria.

Sementara di Indonesia, bunga ini tumbuh di Gunung Gede, Gunung Pangrango, Gunung Papandayan, Gunung Bromo, Gunung Lawu, Gunung Semeru, Gunung Rinjani, Gunung Kawi dan dataran tinggi Dieng. dan dataran tinggi lainnya.

Larangan memetik bunga edelweis

Meski bentuknya cantik dan sangat tepat untuk menyatakan cinta kepada orang tersayang, bunga ini sebenarnya tidak boleh sembarangan dipetik, terutama yang sudah mekar.

Baca Juga: Mengenal Makna Bunga Edelweiss, yang Dikenal Sebagai Lambang Cinta Abadi
Arti Bunga Edelweis dan Berbagai Fakta Menariknya

Hal ini karena bunga edelweiss menjadi salah satu tanaman langka yang dilindungi. Populasinya bisa dikatakan hampir terancam punah.

Mengutip laman Menlhk.go.id, undang-undang pasal 33 ayat 1 melarang bunga edelweis dipetik. Di mana, undang-undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, menyatakan kalau pemetik atau pencabut bunga edelweis akan dikenakan sanksi paling besar Rp 100 juta rupiah.

Meski demikian pendaki bisa berkunjung ke taman nasional dan masyarakat yang melakukan budidaya edelweis.

Video Terkait