Mengenal Bunga Kantong Semar, Tanaman Cantik Pemakan Serangga

Ilustrasi tanaman kantong semar atau nepenthes ampullaria (foter)

Editor: Putri - Selasa, 24 Mei 2022 | 18:50 WIB

Sariagri - Bunga kantong semar adalah tumbuhan pemakan daging seperti serangga dan hewan-hewan kecil. Ada yang mengatakan bahwa tanaman ini mirip tokoh pewayangan Semar dengan perut buncitnya. Karena itulah, tumbuhan ini diberi nama Kantong Semar.

Bagaimana cara bunga kantong semar menangkap serangga?

Kantong pada bunga kantong semar berfungsi menangkap serangga dan hewan-hewan kecil lainnya. Kantong khusus ini dilapisi oleh lilin yang sangat licin sehingga menyulitkan serangga yang terperangkap.

Selain itu, kantong tersebut menghasilkan cairan asam yang bernama proteolase. Proteolase berfungsi untuk mencerna kerangka keras dan daging serangga.

Harga bunga kantong semar beragam dan tergantung jenisnya. Ada yang harganya Rp400 ribu bahkan hingga Rp700 ribu.

Bunga kantong semar berasal dari Australia bagian utara, kemudian menyebar ke Asia Tenggara, hingga Cina bagian selatan. Indonesia sendiri memiliki Pulau Kalimantan dan Sumatra sebagai surga bagi habitat tanaman ini.

Diketahui bahwa bunga kantong semar termasuk dalam tanaman yang dilindungi. Hal tersebut berdasarkan Undang-undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang jenis-jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.

Mengutip berbagai sumber, berikut keunikan bunga kantong semar.

1. Perawatannya Mudah

Kantong semar memang tanaman dilindungi, tapi bukan tanaman yang sulit dibudidayakan. Tanaman ini bisa tumbuh di tempat yang mendukung pertumbuhannya.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain lokasi pemeliharaan, kembapan, pencahayaan, dan iklim. Tanaman ini tidak memerlukan lahan luas dan tidak perlu sering dipupuk.

Saat hendak merawatan kantong semar, kamu harus memahami setiap jenis kantong semar. Sebab bisa jadi setiap jenis memiliki kebutuhan atau syarat tumbuh yang berbeda.

2. Bisa Hidup di Tanah Miskin Hara

Pada umumnya, banyak tanaman yang membutuhkan unsur hara untuk tumbuh dan berkembang, Namun justru kantong semar tidak.

Bahkan kantong semar dapat tumbuh di area yang miskin hara seperti rawa, pasir pantai, tanah gambut, tanah kapur celah bebatuan, dan lainnya. Hal yang menjadikannya bisa tahan karena tanaman ini memiliki kantong yang memberikan cadangan nutrisi.

Kantong yang menggantung di tanaman ini adalah daun yang mengalami modifikasi. Kantong tersebut yang dapat menghasilkan zat hara untuk kebutuhan tanaman.

3. Memiliki Banyak Jenis

Mengutip situs resmi Taman Nasional Sebangau, terdapat setidaknya terdapat 85 jenis kantong semar di Indonesia. Habitat terbanyak berada di Kalimantan dan Sumatera.

Sayangnya, kekayaan kantong semar ini masih kurang mendapat perhatian. Menurut data IUCN Red List, sedikitnya 27 spesies terancam punah, bahkan 4 diantaranya merupakan spesies dengan status Critically Endengered (kritis) dan empat lainnya berstatus Endengered (terancam).

4. Memiliki Berbagai Manfaat

Tanaman ini sekadar dipandang sebagai tanaman unik atau eksklusif. Padahal, tanaman ini juga banyak memiliki manfaat.

Masih mengutip situs resmi Taman Nasional Sebangau, tanaman ini bisa dijadikan sebagai indikator iklim. Jika suatu kawasan atau areal ditumbuhi oleh kantong semar, berarti tingkat curah hujan cukup tinggi, kelembabannya di atas 75 persen dan tanahnya miskin unsur hara.

Selain itu, tumbuhan ini juga bisa jadi tanaman obat. Cairan dari kantong yang masih tertutup, digunakan sebagai obat batuk. Air tersebut juga bisa menjadi sumber air minum bagi pendaki gunung.

Baca Juga: Mengenal Bunga Kantong Semar, Tanaman Cantik Pemakan Serangga
5 Tanaman Ini Tidak Memerlukan Banyak Sinar Matahari untuk Tumbuh

Air di kantong semar layak minum karena PH-nya netral. Namun perlu diingat bahwa air yang bisa diminum adalah di kantog yang masih tertutup.

Hal tersebut dikarenakan kantong yang terbuka sudah terkontaminasi dengan bangkai serangga yang masuk ke dalam. Jika kantong sudah terbuka, PH air di dalamnya hanya tiga dan rasanya masam.

Video Terkait