Desa Wisata Edelweis Wonokitri, Jadi Desa Wisata dan Konservasi Bunga Abadi

Ilustrasi desa wisata edelweis (Instagram @hulun_hyang)

Editor: Tanti Malasari - Rabu, 25 Mei 2022 | 19:50 WIB

Sariagri - Bunga edelweis adalah tanaman yang tumbuh subur di kawasan pegunungan dan daratan tinggi. Namun jika ingin melihat bunga abadi ini, kamu tidak perlu jauh-jauh harus mendaki gunung. Sebab kini kamu bisa melihat surga bunga cantik ini di desa wisata edelweis Pasuruan.

Seperti diketahui, bunga edelweiss adalah bunga yang dilindungi. Meski begitu, nyatanya masih banyak yang memetiknya sembarangan. Padahal larangan keras ini sudah dilindungi undang-undang dengan ancaman pidana dan denda.

Desa wisata edelweis jadi surga bunga abadi

Sebagai bentuk pelestarian dan antisipasi kepunahan, kawasan penyangga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mendirikan desa wisata edelweis Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Desa Wisata Edelweis ini telah diresmikan pada 10 November 2018 silam. Kelompok Petani Hulun Hyang dan Pihak Taman Nasional sudah mendapatkan ijin untuk membudidayakannya.

Selain berfungsi sebagai tempat wisata, destinasi wisata ini juga menjalankan peran lain sebagai konservasi budidaya bunga edelweiss yang erat kaitannya dengan budaya suku Tengger desa Wonokitri (suku Tengger).

Hal ini karena bunga ini merupakan bunga sakral yang di pergunakan untuk beberapa pelaksanaan upacara adat masyarakat desa Wonokitri.

Desa ini membudidayakan tiga jenis bunga edelweiss, yakni Anaphalis Javanica, Anaphalis Longifolia dan Anaphalis Viscida.

Di dalam kebun edelweis ini para wisatawan bisa memuaskan rasa penasaran untuk melihat bentuk bunga edelweis tanpa harus mendaki gunung tinggi.

Hamparan bunga berwarna putih berpadu sempurna dengan panorama hutan cemara sungguh memanjakan mata. Pengunjung bebas berlama-lama sambil menikmati kabut berarak.

Di tempat wisata alam ini tersedia kopi yang siap melayani berbagai hidangan untuk pengunjung. Seperti kopi, teh teh, taro, Matcha, hazelnut, karamel, hazelnut , karamel atau camilan.

Belajar budidaya edelweis

Selain melihat hamparan bunga edelweiss yang memikat hati banyak orang. Jika berada di Desa Wisata Edelweis ini Sobat Agri juga bisa melihat dan belajar budidaya edelweis secara langsung.

Mulai mengambil biji dari bunga yang akan dipanen, kemudian ditanam di persemaian.

Setelah menyemai, pengunjung diarahkan ke rumah bibit dan diberi satu bibit siap taman. Kemudian pengunjung akan diajak ke kebun untuk menanam bibit edelweis.

Selain menyemai dan menanam, pengunjung juga bisa merasakan bagaimana mengadopsi 'bayi edelweis'. Pengunjung diberi bibit untuk ditanam kemudian memberinya identitas.

Setelah itu bunga-bunga Edelweis dari desa Wonokitri ini juga dapat dibawa pulang ke rumah. Selain itu, wisatawan dapat membeli Souvenir Bunga Edelweis yang dijual dalam bentuk gantungan kunci, boneka, kalung, dan lainnya.

Harganya cukup bervariasi, dari 20.000 Rp ke 50.000 IDR.

Harga tiket masuk desa wisata edelweis

Tidak perlu risau, untuk masuk ke desa ini, kamu hanya perlu membayar Rp10.000 dan dapat memperoleh entry drink gratis, misalnya es teh atau teh hangat.

Baca Juga: Desa Wisata Edelweis Wonokitri, Jadi Desa Wisata dan Konservasi Bunga Abadi
Mengenal Makna Bunga Edelweiss, yang Dikenal Sebagai Lambang Cinta Abadi

Fasilitas yang disediakan oleh tempat ini memang belum terlalu banyak, namun sudah cukup nyaman untuk digunakan sebagai tempat relaksasi.

Fasilitasnya termasuk. Area parkir, toilet, kopi, taman bunga, toko suvenir, gazebo, Tas Kacang, bean bag, mushola dan lainnya. Tempat wisata ini buka mulai pukul 10:00 hingga 16:00 setiap hari.

Akses menuju desa wisata edelweis

Lokasi surge edelweis ini berada di desa pintu masuk gunung Bromo dari arah Pasuruan.

Posisinya ada di pinggir jalan besar sehingga memudahkan kamu untuk menemukannya.

Jika kamu berangkat dari pintu masuk Bromo, desa ini berada sekitar 500 meter ke arah utara Desa Sedaeng.

Video Terkait