Cara Budidaya Maggot BSF untuk Pemula, Bisnis yang Menjanjikan

Ilustrasi maggot, alternatif pakan ikan berprotein tinggi (Antara)

Editor: Putri - Selasa, 31 Mei 2022 | 18:55 WIB

Sariagri - Maggot menjadi pilihan sumber protein pakan ternak. Hal tersebut dikarenakan maggot diketahui sebagai komposisi nutrisi terpenuhi, harga bersaing dan ketersediannya banyak.

Oleh sebab itu, budidaya maggot terdengar begitu menjanjikan. Biasanya yang dipilih adalah budidaya maggot BSF. Terdapat berbagai cara, di antaranya adalah budidaya maggot dengan limbah sayuran dan cara budidaya maggot bsf media kering.

Maggot BSF atau Black Soldier Fly atau lalat tentara hitam adalah larva dari jenis lalat besar berwarna hitam yang memiliki rupa seperti tawon. Perlu diketahui, maggot BSF adalah bentuk dari siklus pertama larva lalat BSF yang nantinya bermetamorfosa menjadi lalat dewasa.

Manfaat budidaya maggot bukan hanya dari sisi ekonomi. Maggot juga bermanfaat untuk mengurai sampah. Hal tersebut dikarenakan maggot dapat memecah makanan dan menciptakan panas serta meningkatkan penguapan kompos.

Selain itu, manfaat lain maggot BSF adalah dapat digunakan untuk memproduksi kitin. Kitin digunakan sebagai alternatif melawan biofouling.

Mengutip situs resmi Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, diperlukan sebanyak 10.000 larva dalam waktu 24 jam untuk mengurai 1 kilogram sampah organik.


Berikut cara budidaya maggot bsf pemula, mengutip berbagai sumber. 

1. Menyiapkan Kandang

Ukuran kandang yang dibutuhkan untuk budidaya maggot sekitar 2,5 x 4 x 3 meter. Selain itu, maksimal suhu pada kandang adalah 36 derajat Celsius.

Diusahakan agar tidak terkena hujan dan tidak terkena cahaya matahari langsung. Selain itu, pastikan kandang memiliki sirkulasi udara yang baik.

2. Menyiapkan Telur

Jika ingin cara alami, pancing lalat untuk betelur dengan meletakkan kotoran hewan, limbah, atau sampah di tempat yang teduh.

Namun kamu juga bisa tidak perlu susah-susah seperti itu. Telur maggot bsf banyak dijual dengan harga pasaran antara Rp5.000-8.000 per gram.

Bahkan saat ini sudah banyak tersedia pelaku usaha maggot BSF yang menjual telurnya secara daring.

3. Penetasan Telur

Pada proses ini, telur ditetaskan pada kandang yang memiliki pakan yang sifatnya lembut dan mudah ditembus oleh larva kecil. Pakan tersebut di antaranya buah-buahan, ampas tahu, atau ampas kelapa.

Pemberian makanan diberikan sekali saja dan tidak perlu ada penambahan. Kecuali kandang maggot berada di daerah panas, pemberian air tambahan harus dipertimbangkan apabila makanannya mulai mengering.

4. Penjagaan Media Penetasan

Dalam proses ini, lalat lain akan datang terutama lalat rumah dan lalat hijau. Lalat-lalat tersebut berusaha untuk bertelur dan merebut makanan dari maggot BSF.

Perkembangan maggot lalat hijau dan lalat rumah lebih cepat dari BSF. Oleh sebab itu, harus diberi perlindungan agar media pakan tidak dipenuhi oleh lalat lain.

5. Pemindahan

Jika sudah menetas dan ukurannya sekitar 3-4 cm, artinya sudah siap dipindah ke media pembesaran. Pemindahan larva tersebut ke media pembesaran untuk menghindari telur-telur lainnya tertekan dan pecah.

Sementara untuk tempat pembesaran larva dapat dibuat dari boks kardus kecil atau terbuat dari tripleks. Boks tersebut diisi dedak yang dipenuhi dengan tanah gembur. Sampah organik bisa digunakan sebagai makanan.

Baca Juga: Cara Budidaya Maggot BSF untuk Pemula, Bisnis yang Menjanjikan
Apa Itu Maggot BSF dan Bagaimana Membudidayakannya

6. Waktu Panen

Terdapat dua cara untuk panen, yaitu panen saat berupa maggot atau prepupa. Prepupa adalah fase larva yang sudah tidak makan lagi dan akan menjadi pupa dalam waktu 10 hari

Waktu yang baik untuk panen maggot BSF adalah 2 sampai 3 minggu setelah telur menetas. Agar lalat selalu datang dan pengembangbiakan terus berjalan, taburkan dedak fermentasi di sekitar media penetasan atau ember selama seminggu sekali.

Video Terkait