Mengenal Sang Pelopor Budidaya Nanas di Dubai

Abdullatif Al Banna (56), menghabiskan waktu malamnya untuk merawat ribuan nanas di Dubai. (The National News)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 2 Juni 2022 | 16:45 WIB

Sariagri - Siapa sangka di gurun pasir bisa bercocok tanam buah-buahan tropis dengan hasil yang mengejutkan. Seorang pengusaha Emirat berhasil membuktikannya, ia bekerja keras melakukan uji coba menanam nanas dan kini ia menuai hasilnya.

Seorang bos real estate, Abdullatif Al Banna (56), menghabiskan waktu malamnya untuk merawat ribuan nanas yang dia tanam setiap tahun di pertaniannya di gurun Al Aweer di Dubai.

Mei adalah bulan saat dia memanen lebih dari 4.000 buah tropis, yang tersebar di empat rumah kacanya. Buah-buahan itu ditanam secara hidroponik tanpa tanah dan menggunakan larutan nutrisi berbasis air.

"Nanasnya sangat manis. Saya rasa kita tidak bisa membeli nanas semanis ini dari pasar," kata Al Banna sambil mengumpulkan buah dari tanaman. "Ini adalah nanas termanis yang pernah saya makan dalam hidup saya," ujarnya seperti dikutip dari thenationalnews.com.

Al Banna mendirikan lahan pertanian ini pada tahun 2005 untuk menanam kurma. Namun satu dekade lalu, dia memutuskan untuk bereksperimen dengan nanas dan menemukan cara untuk memastikan nanas tumbuh subur di iklim gurun UEA yang menantang.

Al Banna dan keluarganya kini menikmati hasil jerih payahnya selama bertahun-tahun. Namun dia lebih suka membagi-bagikan hasil panen nanasnya di antara kerabat dan teman, daripada menjualnya.

"Saya membawa 300 tanaman nanas untuk diuji coba di lingkungan mana mereka tumbuh paling baik. Kami meletakkan beberapa di bawah langit terbuka, beberapa di dalam rumah kaca dan beberapa di bawah naungan pohon," katanya seraya menambahkan bahwa nanas yang ditanam di rumah kaca adalah yang paling sukses.


Mengikuti jejak keluarga

Lahir pada tahun 1966 di Deira, Al Banna bercerita bahwa minatnya pada pertanian diturunkan oleh ayahnya.

"Ayah saya mengajari kami sejak kami masih muda. Kami memiliki sebuah pertanian di Jumeirah (sekarang dibangun Burj Al Arab). Di depan kawasan itu, kami menanam kurma pada tahun 1970-an. Ayah saya akan membawa kami ke sana dan memberi tahu kami tentang bertani," kenangnya.

"Kami juga akan pergi ke Ras Al Khaimah untuk piknik dan bertani. Itu adalah hari-hari yang indah," imbuhnya. Al Banna mengatakan ayahnya mendorong dia untuk melakukan perjalanan ke Mesir pada tahun 1999 dan mulai bertani di sana.

Sekarang dia menghabiskan sebagian harinya di perusahaan real estat miliknya di Business Bay di Dubai, dan malam harinya menghabiskan waktu di pertanian yang terletak di samping teampat tinggal Al Banna dan keluarganya.

Selain nanas, ia menanam gandum selama musim dingin dan memberikan hasil yang cukup untuk makan keluarganya. Dia juga memiliki pertanian di Ras Al Khaimah, dan menanam mentimun, tomat, sayuran berdaun hijau, serta cabai di 40 rumah kaca.

Tumbuh dari belajar

Tidak mudah menanam nanas di iklim ekstrim UEA, kata Al Banna. "Ini membutuhkan rumah kaca yang sejuk, dengan suhu tidak lebih dari 30°C, 29°C atau 28°C, dan sedikit kelembapan. Kami menghemat 90 persen air karena sistem hidroponik," ujarnya.

Setiap rumah kaca memiliki area seluas 8 meter kali 34 meter, dilengkapi dengan kipas dan irigasi otomatis yang bekerja sepanjang waktu sepanjang tahun. Nanas ditanam di reservoir yang diisi dengan perlit, gelas vulkanik dengan kadar air yang relatif tinggi.

Kebun nanas ini dikelola oleh seorang insinyur pertanian dan seorang pembantunya. Pemerintah juga mendukung Al Banna dengan modal dan material, serta mengirim teknisi dan insinyur untuk membantu bila diperlukan.

Nanasnya besar dan berair, dengan berat antara tiga hingga lima kilogram. Namun Al Banna tidak bernoat menjualnya.

"Kami dengan senang hati memberikan nanas ini kepada keluarga, teman, dan saudara kami. Ini adalah sesuatu yang langka karena sangat sedikit orang yang bisa menanamnya di padang pasir. Jadi, itu berharga bagi orang-orang kami," tambahnya.

Berharap menjadi inspirasi

Baca Juga: Mengenal Sang Pelopor Budidaya Nanas di Dubai
Intip Fakta Menarik dan Manfaat yang Terkandung dalam Buah Wanyi



Al Banna berharap pertaniannya dapat menginspirasi masyarakat untuk berpikir tentang ketahanan pangan. "Setiap penduduk lokal harus memiliki pengetahuan tentang menanam pangan untuk dirinya sendiri, jika ada tantangan di masa depan," katanya.

Al Banna percaya pertaniannya dapat berfungsi sebagai prototipe untuk pertanian nanas di negara ini. "Saya pikir ada peluang bagus untuk untuk menanam nanas di setiap rumah. Kita bisa membuat rumah kaca di setiap tempat tinggal. Kami bisa memberi mereka tanaman dan juga merawatnya sepanjang tahun," pungkasnya.

 

Video Terkait