Sederet Rempah-rempah yang Ternyata Bisa Dijadikan Pengawet Alami

Ilustrasi - Rempah-rempah. (Pexels)

Penulis: Triana, Editor: Reza P - Jumat, 3 Juni 2022 | 19:10 WIB

Sariagri - Ada beberapa makanan yang memang sengaja diawetkan. Pada dasarnya pengawetan makanan dilakukan untuk menghambat kerusakan pangan yang disebabkan oleh mikroba yang memproduksi racun.

Sebenarnya, banyak metode yang bisa kita lakukan, mulai dari menggunakan bahan kimia yang tentunya memberikan efek samping, hingga menggunakan bahan alami yag jelas tidak ada efek sampingnya.

Pengawetan makanan dengan bahan-bahan alami sendiri sudah cukup lekat dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya untuk membuat asinan, acar, penggaraman ikan dan lainnya. Tak hanya itu, masih banyak rempah alami lainnya yang dapat kalian gunakan sebagai bahan pengawet.

Mau tahu apa saja? Simak penjalasannya di bawah ini yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Cengkeh

Menurut penelitian dalam buku berjudul "Encyclopedia of Food Sciences and Nutrition" yang terbit tahun 2003, minyak atsiri dari cengkeh dapat menjadi antimikroba alami yang efektif dalam melawan bakteri. Dengan begitu, makanan tak akan mudah basi atau membusuk.

2. Pala

Menggunakan pala terbukti bisa mempertahankan kandungan nutrisi serta warna merah pada daging. Ini karena pala mengandung senyawa yang bersifat antimikroba seperti eugenol, isoeugenol, lignans, dan macelignan. Kalau kamu ingin mengurangi penggunaan pengawet sintetis, rempah ini bisa kamu gunakan.

3. Kayu Manis

Kayu manis tidak hanya membuat makanan menjadi harum, tapi juga membantu mengawetkannya. Biasanya makanan yang berjenis roti atau kue yang menggunakan kayu manis agar lebih awet. Kamu bisa tambahkan sedikit bubuk kayu manis pada kue untuk mencegah pertumbuhan jamur.

4. Rimpang Temulawak

Rimpang merupakan bagian batang temulawak yang berada di dalam tanah. Bagian ini digunakan sebagai sumber antioksidan dan antimikroba lantaran mengandung minyak atsiri xanthorrizol dan kurkuminoid.

5. Cuka

Cuka terbuat dari larutan fermentasi gula dan air. Pemakaiannya bekerja sebagai pengawet alami yang efektif. Asam asetat yang ada dalam cuka membunuh mikroba dan menghambat pembusukan makanan. Penambahan cuka pada makanan juga punya manfaat lain. Selain mengawetkan, bisa juga meningkatkan rasa makanan. Seperti pada acar.

6. Thyme

Rempah dengan nama lain timol ini juga termasuk pengawet alami, lho. Minyak atsirinya memiliki sifat antimikroba, sehingga mampu menahan makanan agar tak cepat basi.

Dalam penelitian yang sama bahkan menemukan, apabila laktoferin bercampur dengan timol efektif dalam melawan mikroba seperti E. Coli.

7. Bunga Lawang

Bunga lawang memiliki kandungan, yakni senyawa anethol yang memiliki sifat antimikroba yang berguna sebagai pengawet alami. Aktivitas antimikroba dalam senyawa tersebut diidentifikasi sangat efektif untuk menghambat bakteri, kapang dan khamir. Sebanyak 5 mikro/ml dari ekstrak bunga lawang dapat menghambat bakteri Bacillus subtilis, bakteri Bacillus megaterium, kapang Fusarium spp dan Penicillium cryogenum.

Video Terkait



Baca Juga: Sederet Rempah-rempah yang Ternyata Bisa Dijadikan Pengawet Alami
Mengenal Andaliman, Merica Khas Tanah Batak