Kemarau Basah Pengaruhi Harga Cabai di Kaltim

Ilustrasi - Cabai merah. (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 13 Juni 2022 | 19:30 WIB

Sariagri - Ketersediaan cabai di Kalimantan Timur (Kaltim) masih cukup untuk sepekan. Harga cabai fluktuatif mengarah stabil meski terjadi kemarau basah di beberapa daerah di Kaltim.

"Petani sudah dipersiapkan alat pompa air untuk wilayah pertanian yang jauh dari sumber air dan juga pengairan dengan membuka embung-embung untuk antisipasi persawahan," ujar Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan Hortikultura Kalimantan Timur (Kaltim) Siti Farisyah Yana menyebutkandi Samarinda, Senin (13/6/2022).

Berdasarkan laporan yang diterima, beberapa daerah di Kaltim yang mengalami kemarau basah di antaranya ialah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kota Sangatta.

"Dampak kemarau basah di PPU dan sangat terasa karena berdasarkan laporan 25 Ha padi sawah kita kekeringan, sumber mata air juga jauh dari lokasi kekeringan. Selain itu, persawahan di Sangatta juga terlaporkan kekurangan air," paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Munawar mengungkapkan pergantian cuaca di musim pancaroba bisa menimbulkan stres pada ayam yang mengakibatkan daya tahan tubuh ayam menurun.

"Sehingga bibit penyakit mudah untuk menyerang yang mengakibatkan ayam lebih rentan terhadap penyakit," ucapnya.

Baca Juga: Kemarau Basah Pengaruhi Harga Cabai di Kaltim
Mentan Ajak Masyarakat Bone Manfaatkan Pekarangan Rumah jadi Lahan Produktif



Munawar menjelaskan, penyakit ayam yang sering terjadi pada musim pancaroba adalah penyakit yang menyerang saluran pernafasan dan pencernaan. Diantaranya Chronic Respiratory Disease (CRD), Collibacillosis, Snot dan Tetelo/New Castle Disease serta Avian Influenza (AI).

"Pencegahan yang dapat dilakukan ialah melalui manajemen beternak yang baik, termasuk perkandangan dan peralatan, menjaga suhu, kelembaban, vaksinasi hingga biosekurity," pungkasnya.

Video Terkait