Pemanfaatan Tunas Tanpa Rimpang Sebagai Sumber Benih Jahe Atasi Kelangkaan

Jahe Merah (Pxhere)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 15 Juni 2022 | 12:30 WIB

Sariagri - Terobosan baru dalam teknik pembibitan dilakukan dengan mengefisienkan kebutuhan benih menggunakan tunas tanpa rimpang.

Peneliti Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah melakukan penelitian dengan menggunakan tujuh aksesi rimpang jahe merah. Rimpang dari tujuh aksesi disemai di bak pembibitan berisi media cocopit.

Dilansir laman Balitbangtan, pemupukan diberikan dari awal penyemaian dengan cara menyemprotkan pupuk cair organik 3 cc/l, 2 kali seminggu. Tunas berukuran 30 cm dengan 2-3 daun dipisahkan dari rimpangnya dipindah ke polibag berisi media tanah.

Pembibitan dilakukan selama dua bulan. Pengamatan terhadap kecepatan bertunas dan jumlah tunas yang siap dipindahkan ke polibag dilakukan setiap dua minggu.

Hasil penelitian menunjukkan jumlah tunas yang tumbuh dari 1 kg rimpang, berkisar 163 - 387 tunas. Populasi tunas terbanyak dihasilkan dari aksesi 006 dan terendah aksesi 004. Benih yang diperoleh dan siap tanam di lapang minimum 250 benih dalam dua bulan.

Baca Juga: Pemanfaatan Tunas Tanpa Rimpang Sebagai Sumber Benih Jahe Atasi Kelangkaan
10 Manfaat Jahe, Tanaman Herbal yang Banyak Dijadikan Obat Tradisional

Jika penanaman dilakukan dengan 1 tunas per lubang, kebutuhan benih per hektare hanya 20 - 30% dari volume kebutuhan benih umumnya 200 -300 kg rimpang.

Keuntungan lainnya benih dapat tersedia setiap saat, sehingga masalah kelangkaan dapat dengan mudah diatasi. Model perbanyakan seperti ini tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh petani dalam mengefisienkan benih, akan tetapi dapat dimanfaatkan juga dalam konservasi plasma nutfah dan penyediaan benih sumber yang harus tersedia setiap saat.

Video Terkait