Gen Tanaman yang Kuat dengan Kekeringan dan Aluminium Ditemukan

Ilustrasi gen tanaman. (Pixabay)

Penulis: Gloria, Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 20 Juni 2022 | 19:20 WIB

Sariagri - Kebanyakan tanaman biasanya rentan terhadap kekeringan kecuali kaktus. Tanaman identik dengan kebutuhan air sehari-hari supaya bisa bertumbuh.

Meski demikian, Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University Profesor Miftahudin berhasil menemukan gen tanaman yang toleran terhadap kekeringan dan cekaman Aluminium (Al).

Melansir ipb.ac.id, Miftahudin berhasil mengidentifikasi empat kandidat gen toleransi kekeringan dan lima kandidat gen toleransi cekaman Al. Satu gen yang menarik adalah gen OsGERLP yang dapat menyebabkan tembakau transgenik toleran cekaman Al dan pH rendah.

Miftahudin menjelaskan berdasarkan pengujian dengan bioteknologi, gen OsGERLP membuktikan bahwa gen tersebut dapat mengontrol pembentukan rambut akar dan pertumbuhan akar pada kondisi cekaman Al. Untuk membuktikannya, dia pun menggabungkan gen tersebut pada padi varietas Hawara Bunar yang toleran Al dengan teknik RNA interference, sehingga gen tersebut tidak berfungsi.

“Hasil percobaan menunjukkan, padi varietas Hawara Bunar yang asalnya toleran Al, setelah dibungkan gen OsGERLP-nya menjadi sensitif Al. Hal ini membuktikan bahwa gen OsGERLP berperan dalam toleransi tanaman padi terhadap cekaman Al,” katanya.

Miftahudin melanjutkan, berdasarkan analisis ekspresi gen dengan menggunakan real time PCR (RT-PCR) mengarahkan pada dugaan bahwa gen OsGERLP merupakan pengatur utama dari beberapa gen toleransi cekaman Al pada padi. Dengan demikian, katanya, gen OsGERLP dapat digunakan untuk mengembangkan tanaman toleran cekaman Al dan pH rendah.

Baca Juga: Gen Tanaman yang Kuat dengan Kekeringan dan Aluminium Ditemukan
Petani Milenial Asal Cianjur Sukses Kelola Bisnis Pertanian

Pemanfaatan gen tersebut, kata Miftahudin, untuk peningkatan toleransi tanaman pangan pada padi, kedelai, dan kentang sedang dan akan dilakukan baik melalui pendekatan introgresi maupun bioteknologi.

Ia pun merekomendasikan bahwa pemuliaan tanaman masa kini dan mendatang harus dapat memanfaatkan kemajuan bidang fisiologi tumbuhan, teknologi genomik, bioinformatika, dan bioteknologi agar dapat memperoleh hasil yang presisi.

Video Terkait