Mudah Banget! Begini Cara Menanam Seledri di Polybag

Ilustrasi tanaman seledri. (pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 19 Juni 2022 | 13:00 WIB

Sariagri - Seledri merupakan salah satu tanaman sayuran yang sering dikonsumsi sebagai pelengkap hidangan. Biasanya daun selederi dikonsumsi sebagai penambah rasa maupun obat yang baik untuk kesehatan tubuh.

Bagi Sobat Agri yang tertarik untuk menanamnya, selederi dapat dibudidayakan dengan cara yang terbilang mudah. Tanaman sayuran ini bisa hidup diantara ketinggian 1.000 sampai 1.200 mdpl.

Tanaman seledri bisa dibudidayakan dengan dua cara, yaitu generatif dari biji dan vegetatif dari anakan. Apabila tidak memiliki lahan luas, kamu masih bisa menanam seledri di polybag yang bisa dilakukan di halaman rumah.

Begini cara menanam seledri di polybag, dikutip dari Cybext Pertanian.

1. Persiapan Awal Menanam Selederi

Menanam seledri dalam polybag atau pot lebih mudah diterapkan dengan cara perbanyakan vegetatif. Caranya adalah dengan mengambbil anakan yang tumbuh di sekitar seledri untuk dipindah ke tempat lain, seperti polybag.

2. Pembibitan

Pada pembibitan vegetatif, pastikan kamu memiliki tanaman seledri sebelumnya untuk mengambil anakan dari tanaman seledri tersebut. Kemudian anakan dapat ditanam kembali di polybag yang sudah disiapkan.

Sementara itu, apabila belum mempunyai anakan, maka kamu bisa melaksanakan pembibitan generatif terlebih dahulu. Pertama-tama, Anda harus menyemaikan biji terlebih dahulu, sehingga pecah dan menjadi bibit.

Pertama, siapkan biji tanaman seledri, lalu rendam ke dalam air yang cukup hangat dengan suhu 50 hingga 60 derajat celcius selama 60 menit. Buat bedengan atau baki semai untuk tempat persemaian. Gunakan media semai dengan mencampurkan tanah dan kompos yang sudah diayak dengan perbandingan masing-masing 2 : 1.

Tebarkan biji yang sudah direndam ke dalam baki semai berisikan media semai, kemudian timbun tipis dengan media tanam sekitar. Siram dengan air utnuk menjaga kelembapannya. Supaya biji tumbuh dengan baik, perhatikan dan jaga kelembaban media tanam dengan cara melakukan penyiraman rutin setiap pagi dan sore.

3. Pindah Tanam

Setelah 30 hari fase pembibitan, umumnya bibit sudah bisa pindah tanam. Tandanya sudah tumbuh 3 sampai 4 helai daun. Untuk mempercepat pertumbuhan bibit, bisa juga menyemprotkan pupuk daun dan menambah pupuk NPK sebanyak 10 gram per 10 liter air pada hari ke-20 hingga hari ke-25.

4. Penanaman

Kamu bisa menanam seledri setelah melakukan semai benih adalah memindahkan bibit ke dalam polybag atau pot yang dijadikan tempat tanam. Namun sebelumnya, lakukan beberapa persiapan seperti berikut. Siapkan polybag ukuran sedang (40 x 50 cm). Isi polybag dengan media tanam.

Adapun media tanam yang digunakan terdiri dari campuran tanah, arang sekam (media tanam dengan porositas yang baik dan berat ringan), dan kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1.

Setelah itu, ayak terlebih dahulu hasil campurannya. Cabut bibit dari baki semai dengan menyiramkan sedikit air agar mudah dicabut, lakukan dengan hati-hati dan secara perlahan.

5. Perawatan

Setelah penanaman, seledri perlu diberi perawatan intensif dengan melakukaan penyiraman rutin pagi dan sore. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelembapan dari media tanam seledri.

Baca Juga: Mudah Banget! Begini Cara Menanam Seledri di Polybag
Mengenal Daun Talas yang Ternyata Banyak Manfaat Kesehatan Jika Dikonsumsi

Hindari penyiraman terlalu banyak agar akar tidak membusuk. Selain itu, cukup siram seledri tiga kali dalam seminggu dengan menyesuaikan cuaca.

6. Panen

Ciri-ciri seledri siap panen terlihat pada daunnya yang rimbun. Cara pemanenannya tidak sulit, yakni memotong bagian dasar (pangkal utama) batang seledri, dan bukan anakannya. Seledri yang sudah dipetik bisa dipanen beberapa kali dengan jarak sekitar satu sampai dua minggu setelah panen sebelumnya.

Video Terkait