Berkat Benih dari Cina, Produksi Jagung di Negara Ini Makin Membaik

Jagung. (Foto: Unsplash)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 21 Juni 2022 | 10:15 WIB

Saat ini masih musim panen di Mato Grosso, Brasil. Namun, salah seorang petani bernama Eleonor Ogliari sudah memesan benih jagung dari Kawasan Industri Ilmu Pertanian Cina-Brasil untuk musim tanam berikutnya.

Mato Grosso merupakan negara bagian penghasil jagung terbesar di Brasil, dengan hasil tahunan sekitar 40 juta ton jagung yang sebagian besar digunakan untuk ekspor.

Sejak 2019, Ogliari menanam varietas jagung yang disediakan oleh Longping High-Tech Brazil, sebuah perusahaan investasi Cina milik Longping Agriculture Science Co., Ltd.

Selama ini, area penanaman telah berkembang secara besar-besaran. Saat ini, luasnya telah mencapai sekitar 50.000 mu (sekitar 3.330 hektare).

Kawasan industri tempat benih disimpan didirikan pada tahun 2019 oleh Longping Agricultural Development Co., Ltd., dengan tujuan mengintegrasikan pasar negara berkembang secara global dan penekanan kuat pada negara-negara BRICS (Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan).

Kawasan Industri Ilmu Pertanian tersebut diharapkan dapat mempromosikan integrasi pertanian presisi, pemantauan dan pemetaan lapangan, serta teknologi pertanian maju lainnya. Hal itu untuk menciptakan peluang baru dalam perdagangan dan investasi pertanian, dan menyebarkannya ke negara-negara berkembang.

Setelah membeli benih jagung, kawasan akan melacak seluruh proses produksi dan situasi penanaman, serta memberikan bimbingan penanaman dan layanan pemeliharaan lanjutan, yang sangat baik,” ujar Ogliari, seperti dikutip China News.

Dengan varietas jagung dari Longping, hasil per mu mencapai lebih dari 640 kg pada tahun 2021, dan menghasilkan pendapatan sekitar 50 juta yuan atau sekitar Rp110 miliar.

Baca Juga: Berkat Benih dari Cina, Produksi Jagung di Negara Ini Makin Membaik
Produksi Jagung Daerah Ini Surplus 25.293 Ton hingga Juli

Negara-negara BRICS merupakan produsen dan konsumen penting produk pertanian, serta memainkan peran penting dalam sistem pangan global.

Direktur Pusat Penelitian dan Bisnis Cina-Brasil, Ronnie Lins, mengatakan bahwa kerja sama pertanian sebagai salah satu langkah penting di antara berbagai topik diskusi pada pertemuan BRICS. Keberhasilan berbagai langkah itu akan dapat menghasilkan swasembada pangan dan keseimbangan perdagangan antar negara.

 

Video Terkait