Sejarah Bunga Lavender, Hingga Makna yang Terkandung di Dalamnya

Ilustrasi bunga lavender (pixabay)

Editor: Tanti Malasari - Kamis, 23 Juni 2022 | 11:45 WIB

Sariagri - Bunga lavender adalah salah satu spesies dari 47 tanaman berbunga dari keluarga Lamiaceae. Awalnya, bunga ini ditemukan di Kepulauan Canaria di Spanyol dan kawasan lainnya di Eropa.

Kemudian tumbuh subur di kawasan Afrika dan Eropa. Meski begitu tanaman lavender juga terdapat di bagian utara dan selatan Afrika, Mediterania, Asia Barat dan India bagian tenggara.

Sejarah Bunga Lavender di Eropa

Tahukah kamu, bunga yang dikenal sebagai tanaman pengusir nyamuk ini telah ada sejak masa Kekaisaran Romawi Kuno lho. Bahkan banyak yang menduga, bunga ini telah ada jauh sebelum masa kekaisaran itu.

Ketika itu, di masa Romawi Kuno, lavender disebut sebagai “lavare” yang memiliki arti “menyegarkan”. Tidak sedikit masyarakat disana yang percaya bahwa aroma bunga ini yang diperoleh dari ekstrak minyak bunga lavender, mampu menenangkan pikiran dan membersihkan jiwa.

Tak heran jika sampai saat ini, minyak banyak dijadikan sebagai bahan alami untuk pembuatan parfum, sabun, perawatan tubuh hingga obat-obatan. Oleh karena berbagai keunggulan yang dimiliki bunga ini, maka tanaman lavender dijuluki sebagai The Purple Magic.

Negara Eropa seperti Prancis menjadi salah satu negara yang dikenal sebagai tempat pembuatan parfum ternama di dunia, yang menggunakan tanaman lavender sebagai bahan parfumnya.

Ciri Ciri Bunga Lavender Asli

Secara fisik, bunga lavender asli dicirikan dengan memiliki daun menyirip yang ditutupi bulu-bulu halus. Umumnya bunga ini berwarna ungu, namun sebenarnya bunga ini memiliki warna lain seperti biru, putih, dan kuning.

Selain itu, bunga ini juga memiliki beberapa karakteristik yang menjadi ciri khas dan membedakannya dengan jenis bunga lain, yaitu:

1. Batang Lavender

Pada umumnya batang lavender akan tumbuh tegak. Batang dari tumbuhan beraroma wangi ini memiliki bentuk yang bulat dan lonjong. Diperkirakan diameternya sekitar 3 sampai 4 mm, namun bisa juga lebih dari itu.

Sementara tinggi batangnya dapat tumbuh mulai dari 60 hingga 80 cm. Pada batang utama tanaman ini terdapat banyak cabang yang menjadi tempat tumbuhnya daun.

2. Akar Lavender

Tanaman lavender memiliki akar tunggang berserat. Warna akar lavender putih kotor sampai kecokelatan. Panjang akarnya bisa mencapai 1 hingga 2 meter lebih dan tumbuh secara menjalar ke tanah. Akar tersebut dapat tumbuh lebih panjang.

Akar ini memiliki peranan penting sebagai pendukung agar tanaman dapat tegak berdiri. Melalui akar, tanaman juga bisa mendapatkan nutrisi dan air yang ada di dalam tanah.

3. Daun Lavender

Daun tanaman lavender, berwarna hijau muda dan hijau tua. Namun di bagian bawahnya berwarna keputihan. Bentuk daunnya oval hingga lonjong dengan bagian ujung yang meruncing. Sementara pada bagian tepinya bertekstur gerigi, tetapi di permukaannya halus.

4. Bunga Lavender

Secara umum, bunga ini termasuk dalam kategori bunga berukuran kecil. Sebab bunganya sendiri terdiri dari serangkaian kuntum, jumlahnya terdiri dari 6 hingga 10 kuntum berbentuk spiral.

Tanaman lavender tumbuh di percabangan batang, dengan warna dominan ungu dan biru keunguan, Pada bunga ini terdapat bulu-bulu halus yang berwarna putih.

Baca Juga: Sejarah Bunga Lavender, Hingga Makna yang Terkandung di Dalamnya
Fakta Bunga Dahlia yang Menarik Untuk Diketahui

Arti Bunga Lavender

Selain tampilannya yang cantik dan wangi, ternyata lavender memiliki arti tersendiri. Warna ungu ini dikaitkan dengan karakter yang sangat feminin. Selain itu di Eropa, warna ungu adalah warna yang dianggap mewah dan menjadi warna yang banyak digunakan oleh kerajaan.

Oleh karena itu ketika mengenakan pakaian dengan warna ungu layaknya warna lavender akan mengeluarkan aura keanggunan dan kemewahan dari seseorang. Tidak hanya itu, jika dijadikan sebagai hantaran atau hadiah, bunga menawan ini juga memiliki arti akan kemurnian dan keberuntungan.

Video Terkait