7 Tanaman Ini Bisa Jadi Alternatif Sumber Bahan Pangan di Masa Depan

Ilustrasi tanaman pandan. (Ist)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 23 Juni 2022 | 15:30 WIB

Sariagri - Para ilmuwan di Royal Botanic Gardens, Kew, di Inggris, telah menemukan beberapa tanaman yang bisa menjadi alternatif sumber bahan pangan dunia di masa-masa sulit seperti sekarang dan di masa mendatang.

Temuan ini penting, karena pendemi Covid-19, perubahan iklim dan perang Rusia-Ukraina telah mengganggu pertanian dan pasokan makanan dari negara yang kadang-kadang dikenal sebagai lumbung pangan di berbagai belahan dunia.

Saat ini 90% kalori global yang dikonsumsi manusia hanya berasal dari 15 tanaman, sementara makanan pokok global juga hanya berasal dari tiga biji-bijian, yakni beras, jagung dan gandum. Kondisi sulit ini memaksa semua orang untuk menemukan alternatif makanan yang bisa diperdagangkan secara global.

Ini 7 Tanaman yang Bisa Jadi Sumber Pangan Alternatif di Masa Depan seperti dikutip Weforum.org:

1. Pandan

Daun dan buah dari pohon pandan yang banyak tumbuh di sekitar Samudra Pasifik, sudah digunakan oleh para juru masak di seluruh Asia Tenggara. Daunnya digunakan dalam masakan manis dan gurih sedangkan buahnya yang mirip nanas bisa dimakan mentah atau dimasak.

"Ini adalah makanan tahan iklim dan bergizi yang juga lezat," kata Dr Marybel Soto Gomez dari Kew kepada BBC. "Akan sangat bagus untuk mendiversifikasi portofolio makanan kita dengan memasukkan makanan yang sesuai secara budaya, bergizi, dan dapat tumbuh dalam kondisi yang menantang di seluruh dunia," tambahnya.

2. Kacang morama

Ada hampir 23.000 spesies kacang-kacangan yang ada di daftar periksa kacang-kacangan global yang diverifikasi Kew. Daftar tersebut termasuk buncis, lentil, kacang kedelai dan kacang tanah, tetapi juga beberapa yang kurang dikenal seperti morama, yang mampu bertahan dari kekeringan.

Kacang yang punya nama lain Marama, Camel's foot dan Gemsbuck di Afrika selatan ini adalah makanan pokok di beberapa bagian Botswana, Namibia, dan Afrika Selatan. Kacang morama direbus dengan tepung jagung atau digiling untuk membuat bubur atau minuman seperti kakao. Kacang morama juga dibudidayakan secara komersial di Australia dan Amerika Serikat.

3. Fonio

Lebih dari 9.000 spesies rumput telah dicatat Departemen Pertanian AS tetapi hanya 35 spesies yang telah dibudidayakan sebagai sereal di seluruh dunia. Fonio adalah salah satu sereal tertua yang dibudidayakan, dan diperkirakan berasal dari 5.000 SM.

Makanan pokok di daerah kering Afrika Barat dan salah satu dari lima 'Makanan Masa Depan' Kew, fonio adalah sereal yang tumbuh cepat yang kaya akan zat besi, kalsium, dan beberapa asam amino esensial. Biji-bijian kecilnya digunakan untuk membuat bubur, couscous, dan minuman.

4. Ensete

Ensete atau 'pisang palsu' adalah kerabat dari pisang yang dikenal sebagai 'pohon melawan kelaparan' menurut Kew. Pisang ini telah memberi makan 20 juta orang di seluruh Ethiopia. Jika ditanam lebih luas di seluruh Afrika, pisang ini bisa memberi makan 100 juta orang.

Meskipun terlihat seperti pohon, enset sebenarnya adalah ramuan raksasa. Pohon ini tidak hanya menyediakan makanan, tetapi merupakan sumber bahan untuk menenun. Enset juga sangat tangguh, dan sangat tahan kekeringan. Para ilmuwan mengatakan 60 tanaman ini dapat memberi makan satu keluarga yang terdiri dari lima orang selama setahun.

5. Lablab

Juga dikenal sebagai kacang eceng gondok, lablab ditanam sebagai tanaman hias di iklim yang lebih dingin tetapi ditanam untuk makanan di Afrika dan di India, dan telah dibudidayakan setidaknya sejak 2.500 SM. Daunnya merupakan sumber makanan yang kaya protein dan zat besi. Tanaman ini juga bagus digunakan untuk memberi makan hewan.

Lablab mengandung hampir 25% protein dan dapat digunakan untuk membuat tahu. Pakar tanaman di Kew mengatakan bahwa lablab dapat ditanam lebih luas di seluruh dunia saat suhu meningkat.

6. Milet jari

Salah satu dari 29 kerabat liar tanaman biji-bijian populer yang sedang dipelajari oleh tim di Kew untuk menilai potensinya memberi makan dunia adalah millet jari. Disebut demikian karena bentuk rangkaian bijinya mirip jari manusia. Tanaman ini sudah ditetapkan sebagai tanaman pokok di India.

Milet jari tinggi kalsium dan serat makanan yang membantu mencegah diabetes, kata para ilmuwan. Tanaman biji-bijian ini diyakini berasal dari Afrika dan menyebar ke Asia pada zaman prasejarah. Seperti jenis milet lainnya, milet jari tahan hama dan tumbuh dengan baik di kondisi tropis dan semi-kering.

Baca Juga: 7 Tanaman Ini Bisa Jadi Alternatif Sumber Bahan Pangan di Masa Depan
Mengenal Daun Talas yang Ternyata Banyak Manfaat Kesehatan Jika Dikonsumsi



7. Oca dan Mashua

Kedua tanaman umbi ini mirip dengan kentang dan sebenarnya tanaman ini memang bisa menjadi alternatif penggantinya. Kentang yang pertama kali dibudidayakan oleh suku Inca di Peru pada 8.000 SM, saat ini dimakan di setidaknya 161 negara di seluruh dunia.

Kedua tanaman tersebut berasal dari Andes tetapi tidak terpengaruh oleh penyakit hawar yang dapat memusnahkan seluruh tanaman. Oca memiliki tekstur yang tegas dengan rasa lemony sedangkan mashua memiliki rasa peppery.

Video Terkait