9 Fakta Bunga Raflesia Arnoldii, Flora Terbesar yang Ada di Dunia

Ilustrasi bunga raflesia (Wikimedia Commons)

Editor: Tanti Malasari - Kamis, 23 Juni 2022 | 18:10 WIB

Sariagri - Bunga Raflesia Arnoldii adalah tanaman yang unik dan berbeda dari jenis tanaman lain. Bentuknya sangat besar, dan menjadikannya sebagai flora terbesar yang ada di dunia. Selain itu, warna bunga ini sangat mencolok, yakni berwarna oranye tua atau merah bata dengan bercak putih.

Bunga raflesia merupakan flora endemik dari negara Indonesia. Bunga ini terdiri dari 33 varietas dan seluruh varietasnya tersebar di seluruh dunia. Namun 14 varietas diantaranya tumbuh dan berkembang di wilayah negara Indonesia.

Lalu 19 varietas lainnya bisa ditemukan di berbagai negara, mulai dari negara Thailand, Filipina, hingga Semenanjung Malaya.

Fakta Bunga Raflesia

Bunga raflesia berasal dari Bengkulu. Bunga ini pertama kali ditemukan pada tahun 1818 oleh ahli botani dari Inggris Dr. Joseph Arnold. Saat itu, Dr. Arnold yang tengah melakukan ekspedisi ke hutan Sumatera bersama Gubernur Bengkulu.

Kala itu, Sir Thomas Stamford Raffles, menemukan bunga raksasa berwarna merah dengan diameter 110 cm di Desa Pulo Lebar di Kabupaten Bengkulu Selatan. Temuan tersebut akhirnya diabadikan dengan nama Raflesia arnoldii.

1. Merupakan Bunga Terbesar di Dunia

Menurut beberapa literatur, berat bunga ini bisa mencapai 10 kg. Sedangkan untuk diameter bunganya berkisar antara 70-110 cm. Tak heran mengapa bunga ini dinobatkan sebagai bunga terbesar yang ada di dunia.

2. Memiliki Buah

Tidak ada yang menyangka jika tanaman raksasa ini ternyata memiliki buah atau biji. Biji bunga ini cukup besar dan memiliki diameter 12-15 cm. Namun perlu digarisbawahi bahwa bunga ini tidak selalu berbuah.

Biji bunga raflesia sangat disukai oleh hewan-hewan, seperti tupai dan kancil. Bahkan tupai sering mengambil dan membawa pergi biji bunga ini.

Dengan begitu secara tidak langsung, tupai sudah membantu penyebaran bibit bunga besar ini agar bisa tumbuh ke tempat atau wilayah lain.

3. Membutuhkan Waktu Lama untuk Mekar

Tidak seperti bunga lainnya, raflesia membutuhkan waktu yang lama, yaitu selama sembilan bulan untuk bermekaran.

Kemudian bunga ini mekar dengan indah selama kurang lebih lima hari. Setelah itu, raflesia akan menghitam dan menjadi layu.

4. Tidak Memiliki Klorofil

Menurut hasil penelitian, disampaikan bahwa raflesia alnoldii tidak memiliki klorofil. Klorofil adalah zat hijau tumbuhan yang terletak di bawah daun, yang berperan penting dalam proses fotosintesis. Hal ini membuat raflesia tidak bisa memproduksi makanan untuk dirinya sendiri.

5. Parasit sempurna

Raflesia tidak memiliki daun, batang, maupun akar. Jadi kehidupannya bergantung pada nutrisi yang diserap dari inang, atau tempat menempel biji bunga tersebut.

Bunga raflesia memiliki apa yang disebut haustorium yang berfungsi mirip akar untuk menghisap sari makanan dari inang. Biasanya yang menjadi inang bagi bunga ini adalah pohon-pohon berukuran besar.

6. Memiliki bau seperti bangkai

Banyak yang menganggap jika bunga raflesia adalah bunga bangkai. Padahal keduanya sangat berbeda. Hal ini dikarenakan raflesia mengeluarkan bau busuk menyengat seperti bunga bangkai. Bau inilah yang menyebabkan serangga seperti lalat mendekat.

7. Memiliki jenis kelamin

Raflesia dibedakan memiliki jenis kelamin, yaitu jantan dan betina. Untuk membedakannya, bisa dilihat dengan ada tidaknya buah ketika bunga tersebut membusuk dan mati.

Bunga jantan tidak meninggalkan buah, sedangkan bunga betina meninggalkan buah seukuran kepalan tangan manusia.

8. Flora yang dilindungi

Raflesia ditetapkan sebagai puspa langka sesuai Keppres RI No 4 Tahun 1993, tentang Satwa dan Bunga Nasional. Bunga ini juga dilindungi UU RI No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya alam Hayati dan Ekosistem.

Baca Juga: 9 Fakta Bunga Raflesia Arnoldii, Flora Terbesar yang Ada di Dunia
Karakteristik Bunga Daisy dan Makna yang Terkandung di Dalamnya

9. Dihindari masyarakat adat setempat

Menurut sejumlah suku di Bengkulu, salah satunya Suku Rejang, yaitu suku yang mendiami daerah perbukitan mulai dari Kabupaten Bengkulu Tengah, Kepahiang, Rejang Lebong dan Lebong, menamakan bunga ini sebagai bungei sekedei atau bunga bokor setan.

Bunga ini juga dianggap memiliki unsur mistis. Oleh karena itu mereka banyak yang menghindari bunga tersebut bila ditemukan mekar di dalam hutan. Bentuk bunga yang mirip tempat sirih atau bokor, diyakini menjadi tempat sirihnya para penunggu hutan, seperti makhluk gaib atau harimau.

Video Terkait