Australia Temukan Fosil Buah Berusia 30 Juta Tahun

Ilustrasi palem ulir Australia (Istimewa)

Editor: Tanti Malasari - Jumat, 24 Juni 2022 | 20:40 WIB

Sariagri - Di sepanjang sebagian besar pantai Queensland terdapat pohon palem yang bertebaran di sepanjang pantai. Dengan sekitar 450 spesies yang dikenal di seluruh dunia dan 15 spesies di Australia saja, hanya sedikit yang diketahui tentang sejarah fosil mereka.

Melansir Phys.org, Joe Bridgeman, penduduk lokal Queensland Tengah, menemukan fosil buah berusia 30 juta tahun yang disilisifikasi dapat menjadi petunjuk untuk membuka lebih banyak informasi tentang palem ulir (Pandanus) di Australia.

Fosil itu sekarang digambarkan oleh para peneliti dari Museum Queensland, Kew Gardens, Universitas New England dan Universitas Queensland sebagai bukti fosil pertama Pandan dari Australia. Ini juga merupakan spesies baru, Pandanus estellae, dinamai untuk menghormati istri Tuan Bridgeman yang menemukan fosil tersebut.

Kepala Kurator Geosains Museum Queensland Dr. Andrew Rozefelds mengatakan penelitian tersebut memberikan bukti sejarah Gondwana untuk genus tersebut, yang sebelumnya telah hilang. "Memahami sejarah evolusi dari setiap kelompok tumbuhan atau hewan, dapat menjadi tantangan dan fosil dapat menawarkan wawasan unik ke dalam sejarah dan distribusi masa lalu dari beberapa kelompok," kata Dr. Rozefelds.

Sementara Pandanus memiliki buah seukuran bola yang bisa berdiameter hingga 25 sentimeter, buah fosil itu sepersepuluh dari ukuran sebagian besar spesies modern yang ada di Australia. Ini bisa menjadi penting untuk memahami evolusi ukuran buah di Australia sekaligus genus dan pola penyebaran benih oleh tanaman. Spesies Pandan pesisir yang masih ada di Australia biasanya memiliki buah bulat besar dan biji berminyak yang dilindungi di bagian buah yang berkayu keras.

Baca Juga: Australia Temukan Fosil Buah Berusia 30 Juta Tahun
Epipremnum sp Bali Hanoman, Tanaman Primadona asal Bali yang Punya Harga Fantastis



Sebelumnya, para peneliti telah menyarankan bahwa buah besar dari spesies Pandan yang masih ada telah berevolusi sebagai respons terhadap penyebaran jarak jauh oleh arus laut. Ukuran kecil dari fosil buah menunjukkan bahwa hanya kemungkinan penyebaran yang lebih terlokalisasi.

Tidak semua spesies Pandan merupakan tumbuhan pantai, beberapa spesies terdapat di hutan hujan, komunitas riparian dan rawa-rawa air tawar. Meskipun Pandanus disebut sebagai "palem", tetapi mereka tidak berkerabat dekat.

 

Video Terkait