Tren Menghias Rumah Meningkat, Perajin Bonsai Kelapa Raup Untung Berlipat

Bonsai kelapa menjadi salah satu pilihan warga. (Sariagri/Arief L)

Editor: M Kautsar - Minggu, 26 Juni 2022 | 20:30 WIB

Sariagri - Seiring berlalunya pandemi Covid-19, permintaan tanaman hias khususnya tumbuhan kerdil kian meningkat. Hal ini disebabkan daya belanja masyarakat mulai menguat dan tren menghias rumah juga mulai bermunculan. Peningkatan penjualan ini dirasakan Jais Prasetyo, Perajin tanaman hias bonsai kelapa, warga Desa Prajekan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Menurutnya permintaan tanaman hias bonsai kelapa terus meningkat sejalan dengan menurunnya kasus Covid-19 yang melanda saat pandemi. "Kalau pandemi Covid-19 tahun lalu, jumlah pembeli sebulan hanya 100 tanaman, maka di tahun 2022 ini, penjualan meningkat 50 persen mencapai 150 tanaman per bulannya,” ujar Jais kepada Sariagri, sabtu (25/6/2022).

Selain itu, imbuhnya, gairah merawat tanaman bagi warga kota menjadi aktivitas yang dinilai mengasyikkan. "Trennya saat ini bonsai kelapa banyak diminati warga kota besar, seperti Surabaya, Denpasar Bali, Malang, Semarang, Jogyakarta hingga Jakarta. Sementara ini, promosi yang saya lakukan melalui media sosial dan platform digital marketing,” ucapnya.

Jais mengatakan tingginya peminat tanaman kerdil bonsai kelapa membuat omset pendapatannya pun meningkat. "Satu tanaman bonsai kelapa ini, saya jual dengan harga bervariasi antara Rp200.000 hingga Rp1 juta. Dalam sebulan saya bisa meraup omzet sekitar Rp7 juta sampai dengan Rp10 juta," terangnya.

Disinggung keahlian membuat bonsai mini, Jais mengaku kemampuan itu diperolehnya dari melihat di kanal youtube dan belajar secara otodidak. Dari awal mencoba dan kemudian berhasil membuat bonsai kelapa dibutuhkannya waktu sekitar lima bulan. Meski terlihat sederhana, ia menyebut membuat bonsai kelapa bukanlah hal yang mudah dilakukan.

"Bbutuh pengalaman serta ketelitian agar mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan, selain itu,  biji kelapa yang dipilih pun harus yang benar-benar sudah tua,” tuturnya.

Baca Juga: Tren Menghias Rumah Meningkat, Perajin Bonsai Kelapa Raup Untung Berlipat
155 Bibit Paku Tanduk Rusa Asal Blitar Diekspor Ke Jepang

Dalam memilih bakalan tanaman bonsai kepala, Jais biasanya memilih kelapa berukuran kecil agar saat tumbuh, bonsai terlihat lebih unik dengan tempurung kelapa mini. “Biji kelapa yang sudah mulai keluar akar dan tunasnya segera dipindah ke polybag. hal itu bertujuan agar akar kelapa cepat tumbuh lebih banyak dan memanjang,” kata dia.

Ia menjelaskan pemberian nutrisi pada fase ini sangat diperlukan supaya akar dan daun semakin kuat. Setelah sekitar satu bulan lamanya, tunas kelapa ini lalu dipindah ke dalam pot. "Agar lebih menarik, bisa ditambahkan batu karang sehingga akar kelapa tumbuh dan mengikat kuat diantara lubang-lubang batu. Kerumitan inilah yang menentukan mahalnya harga sebuah bonsai kelapa," bebernya.

Selain bonsai kelapa, Jais juga mengembangkan beberapa tanaman hias lain dirumahnya, seperti palem dan pohon pule.

Video Terkait