Mengintip Strategi Petani Cina Hidupkan Pertanian di Wilayah Bekas Tambang

Ilustrasi tanaman sayuran. (pixabay)

Editor: Dera - Kamis, 30 Juni 2022 | 16:20 WIB

Distrik Dawukou di kota Shizuishan, Daerah Otonomi Ningxia Hui barat laut Cina, dikenal dengan tanah asin dan basa yang tidak bersahabat dengan pertanian.

Xinhua melansirDistrik tersebut merupakan bekas wilayah pertambangan batu bara. Seluruh tambang ditutup pada tahun 2017 karena menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan dan lahan pertanian setempat.

Dalam beberapa tahun terakhir, para petani di wilayah itu berupaya melakukan pemulihan ekologis dengan mengubah lahan salin dan basa menjadi basis pertanian sayuran dan pembiakan ikan.

Para petani di Desa Zaoxiang misalnya, menggunakan gubuk-gubuk besar untuk memelihara ikan dan menanam sayuran. Kedua usaha itu mampu bekerja sama dengan baik, berbagi pasokan air dan bersirkulasi melalui gedung dalam mekanisme yang efisien.

“Desa kami terletak di dataran rendah dengan tanah mengandung kadar garam dan unsur alkali, dan sebelumnya tidak dapat digunakan untuk pertanian,” ujar Yang Hongjie, seorang pejabat di desa tersebut.

Lima tahun lalu, Desa Zaoxiang memanfaatkan dukungan keuangan pemerintah dan dukungan teknologi dari lembaga ilmiah dan universitas untuk menghidupkan kembali lahan secara ekologis.

Kombinasi budidaya sayuran dan ikan di gubuk khusus menjadi salah satu inovasi dalam proses itu. Budidaya tersebut dirancang untuk mengurangi unsur garam dan basa di dalam tanah, sekaligus mempercepat produksi ikan dan sayuran.

Setiap musim, kami dapat memanen 7.000 kilogram (kg) ikan serta 16.000 kg sayuran, melon, dan buah-buahan, masing-masing menghasilkan 30.000 yuan (sekitar Rp66 juta) dan 10.000 yuan (sekitar Rp22 juta), kata Yang.

Baca Juga: Mengintip Strategi Petani Cina Hidupkan Pertanian di Wilayah Bekas Tambang
Berpeluang Besar Kuasai Pasar Global, BRIN Perkuat Ekosistem Hortikultura

Mengambil manfaat dari proyek yang dibiayai pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur pertanian modern, Zaoxiang berharap para petaninya dapat meningkatkan pendapatan mereka lebih dari 8 persen tahun ini.

Sektor pertanian menjadi pijakan di wilayah itu, berbagai infrastruktur dibangun untuk memfasilitasi kehidupan dan pekerjaan para petani lokal. 

Video Terkait