Permintaan Naik, Tangerang Kembangkan Budi Daya Hidroponik

Ilustrasi Tanaman Hidroponik (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 7 Juli 2022 | 06:00 WIB

Sariagri - Pemerintah Kota Tangerang Banten mendorong budi daya hidroponik di lingkungan Kelompok Wanita Tani (KWT) dikembangkan lagi seiring dengan peningkatan permintaan pasar.

“Bertani itu sekarang semakin keren, caranya sudah mudah, asal ada kemauan. Lingkungan kita sehat, tanaman kita subur, hidup kita juga jadi sehat karena bisa mengkonsumsi tumbuhan sayuran yang sehat hasil budi daya sendiri,” kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah usai kegiatan Panen Raya 1.000 lubang sayuran hidroponik di KWT Germas Implan Kelurahan Gandasari Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang, Rabu.

Ia mengatakan berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan, ada 28 KWT yang sudah melakukan hidroponik dan dilaksanakan panen raya 1.000 lubang pada hari ini.

"Setelah ini harusnya semua bisa mengadaptasi budi daya dengan metode hidroponik,” kata Wali Kota Arief.

Lebih lanjut, Wali Kota berharap berbagai hasil tani yang dipanen bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan menjadi nilai lebih bagi peningkatan ekonomi anggota KWT serta lingkungan sekitar.

“Semoga kerja sama dengan pasar lingkungan, restoran atau retail supermarket yang sudah terjalin ini bisa terus berkelanjutan dan membawa nilai tambah bagi ekonomi masyarakat,” katanya

Kegiatan panen raya dilaksanakan secara hybrid yang diikuti oleh 114 Kelompok Wanita Tani se-Kota Tangerang. Sebanyak 28 KWT ikut melalukan panen raya sayuran pakcoy dan selada dari lokasi masing-masing dan enam diantaranya telah melakukan pemanenan sebanyak 136,3 KG sayuran yang dijual kepada masyarakat sekitar.

Baca Juga: Permintaan Naik, Tangerang Kembangkan Budi Daya Hidroponik
Penting! Ini 5 Kebutuhan Dasar Saat Menanam Hidroponik

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Abduh Surahman menambahkan kebutuhan pasar terhadap sayur hidroponik saat ini meningkat mencapai 120 kilogram sehari.

"Dari 28 KWT yang sudah berjalan, jumlah sayuran hidroponik yang dihasilkan sebanyak 40 kilogram. Maka itu ke depan akan kita dorong untuk mencapai produksi 100 kilogram," katanya.

Video Terkait