Begini Cara Budidaya Terong Belanda Agar jadi Cuan

Terong Belanda alias tamarillo (Solanum betaceum).(Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Sabtu, 15 Januari 2022 | 12:30 WIB

Sariagri - Terong Belanda alias tamarillo dengan nama latin Solanum betaceum merupakan jenis tanaman tropis. Meski menyandang nama Belanda, buah ini bukan berasal dari Belanda, melainkan Amerika Tengah di antaranya Peru, Bolivia, Ekuador dan Chile.

Dengan segala keunggulan dan manfaat yang dimiliki budidaya terong Belanda bisa dijadikan peluang untuk menghasilkan cuan. Tanaman yang mudah tumbuh ini dapat menjadi kesempatan untuk menambah penghasilan.

Untuk budidaya terong Belanda bisa menggunakan biji, tunas kecambah atau metode stek. Umumnya, tanaman ini akan berbuah setelah dua tahun ditanam dan mati di usia lima hingga enam tahun. Agar bisa dibudidayakan dalam waktu lama, pembudidaya menempelkan tanaman ini pada spesies lain seperti Cyphomandra costaricensis Donn. Smith.

Seperti terung lain, tanaman ini dapat berkembang baik pada suhu di atas 10 derajat Celsius. Meski dalam beberapa kasus, buah ini juga bisa ditanam pada suhu minimum -2 derajat celcius dengan perawatan khusus.

Mengutip laman Flowerian, dalam proses penanamannya, terong Belanda sangat membutuhkan tanah subur, kering dan berongga sehingga, udara dan air dapat terserap dengan baik.

Penggunaan pupuk kompos sangat mempengaruhi pertumbuhannya karena lebih banyak mengandung nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Tanaman eksotis ini membutuhkan sinar matahari langsung namun tetap teduh untuk pertumbuhannya.

Rumah kaca atau green house bisa menjadi solusi mengingat tanaman ini tidak bisa terkena angin terlalu kencang karena akarnya cukup dangkal. Biji atau benih terong Belanda perlu ditanam di kedalaman 12 cm agar tumbuh dengan baik.

Menurut berbagai sumber, terung Belanda pada dasarnya tidak tahan air karena buahnya mudah membusuk. Namun, selama proses pertumbuhannya, tanaman ini sangat membutuhkan cukup air agar tidak mati.

Baca Juga: Begini Cara Budidaya Terong Belanda Agar jadi Cuan
Ilmuwan Pecahkan Kode Genetik Leci untuk Genjot Produksi di Masa Depan

Selain itu, penanaman tanaman lain di sekitar pohon buah ini diperlukan dalam menjaga kelembaban tanah agar tetap stabil. Pemberian pupuk kompos tiga bulan sekali menjadi rekomendasi terbaik agar buah dapat berkembang dengan baik.

Pemangkasan tahunan juga tidak boleh terlewat untuk pertumbuhan tunas baru agar tanaman selalu terawat dan mampu mempertahankan ukuran, terutama di kebun berukuran kecil. 

Video:

Video Terkait